Surya/

Berita Surabaya

Ada Alquran Raksasa di Surabaya, Disusun selama 10 Tahun dengan Ritual Khusus

Alquran berukuran 2x1,5 meter itu berada di Atrium Royal Plaza dan dipamerkan bagi warga Surabaya yang hadir di acara Haji Expo.

Ada Alquran Raksasa di Surabaya, Disusun selama 10 Tahun dengan Ritual Khusus
achmad pramudito
Alquran ukuran 2x1,5 meter dipajang di Haji Expo di Atrium Royal Plaza, Surabaya. Alquran raksasa ini dibuat dengan kertas khusus yang bisa tahan 100 tahun. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Alquran raksasa menarik perhatian pengunjung Royal Plaza Surabaya.

Alquran berukuran 2x1,5 meter itu berada di atrium Royal Plaza dan dipamerkan bagi warga Surabaya yang hadir di acara Haji Expo.

Ukuran kitab suci ini memang tidak biasa. Apalagi bila lembarannya dibuka, maka lebar Alquran yang isinya 315 halaman itu bisa membentang hingga tiga meter.

Wajar bila kehadiran Alquran ini membuat pengunjung penasaran dan terpancing untuk mengabadikannya lewat kamera HP masing-masing.

Sebagian lagi malah selfie dengan latar belakang kitab suci yang duplikatnya juga diletakkan di Taman Mini Indonesia tersebut.

“Saya terkesan sekali dengan gaya ornamen yang dipakai. Pasti tidak mudah untuk melukisnya satu per satu apalagi sampai 315 halaman. Menurut saya ini unik dan tidak biasanya makanya saya tertarik mengabadikannya lewat foto,” ujar Ariesta Putri, salah seorang pengunjung sambil membidikkan kamera HPnya ke Alquran raksasa itu.

Ariesta dan para pengunjung lainnya makin kagum ketika mengetahui proses pembuatan kitab suci tersebut.

“Proses pembuatan Alquran jumbo ini butuh waktu cukup lama. Total penggarapannya perlu waktu 10 tahun, mulai 2006 hingga 2016,” ungkap Ahmad Bajuri, Ketua Panitia Haji Expo.

Proses pembuatannya pun tidak bisa sembarangan. Selama proses pembuatan Alquran raksasa tersebut sang penulis menjalani puasa sunah dan dalam keadaan suci ketika menulis lembar demi lembar.

Cara menulis untuk membentuk surat demi surat dalam kitab suci ini pun berbeda dari mencetak kitab suci sejenis yakni dengan cara digambar tipis alias sket terlebih dulu.

Baru kemudian dibikin tebal dengan kuas dan tinta khusus yang dipesan dari Tiongkok.

Tinta yang digunakan ini pun bisa tahan lama dan hasilnya lebih bagus alias tidak belepotan. Sedang kertas yang digunakan khusus dipesan dari daerah Kudus, Jateng dan dijamin bisa awet hingga 100 tahun.

Penulis: Achmad Pramudito
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help