Hukum Kriminal Surabaya

Kasus Dugaan Korupsi Mantan Bendahara Beppeko Surabaya segera Disidangkan, Senilai ini Kerugiannya

Umi Chasanah itu rencananya diadili bersama Achmad Ali Fahmi, seorang honorer di Bapeko Pemkot Surabaya.

Kasus Dugaan Korupsi Mantan Bendahara Beppeko Surabaya segera Disidangkan, Senilai ini Kerugiannya
surya/anas miftakhudin
Ummi Chasanah berlindung kepada suaminya dari jepretan kamera wartawan. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya sudah melimpahkan kasus dugaan korupsi dengan tersangka mantan Bendahara Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, Umi Chasanah ke Pengadilan Tipikor Surabaya.

Umi Chasanah itu rencananya diadili bersama Achmad Ali Fahmi, seorang honorer di Bapeko Pemkot Surabaya.

Kepala Kajari Surabaya Didik Farkhan Alisyahdi mengatakan, berkas atas kasus mantan Bendahara Bappeko Surabaya, Umi Chasanah dan Achmad Ali Fahmi sudah diserahkan ke pengadilan.

"Tinggal menunggu jadwal sidang pertamanya, waktunya kapan yang belum diketahui," kata Didik, Minggu (23/10/2016).

Umi dan Ali, kata Didik, saat ini harus tinggal di rumah tahanan Kelas 1 Surabaya di Medaeng, Sidoarjo.

"Kedua tersangka (Umi dan Ali) masih ada di dalam tahanan," jelas Didik.

Dalam kasus ini, Umi dan Ali bakal dijerat dengan Pasal 2, dan 3 Junto Pasal 18 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang korupsi dan Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP.

"Ancaman hukuman selama empat tahun kurungan penjara," ucap pria asal Bojonegoro ini.

Umi dan Ali Fahmi diduga telah merugikan negara kurang lebih Rp 1 miliar atas pemotongan pajak PPH pegawai honorer di lingkungan Pemkot Surabaya.

Kecuali itu, kedua tersangka juga disinyalir melakukan rekayasa perjalanan dinas fiktif di empat bidang Fisik, Ekonomi, Sekretariat dan Kesra.

Perkara ini berjalan cukup lama setelah mandek enam tahun, sejak 2010, berkas perkara baru dinyatakan P21 atau sempurna belum lama ini.

Perkara ini berawal laporan Pemkot Surabaya berdasarkan temuan Badan Pemeriksaan Keuangan Provinsi (BPKP).

Dari temuan BPK, akhirnya terkuak jika perbuatan kedua tersangka sudah dilakukan sejak 2009.

Penulis: Fatkhul Alami
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help