Surya/

Berita Mojokerto

Ini yang Dilakukan Pemkot Mojokerto untuk Menurunkan Sampah di TPA hingga 60 Persen

Ada dua TPST baru di Kota Mojokerto yang bisa menurunkan produksi sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) hingga 60 persen dari produksi sampah 165 m3

Ini yang Dilakukan Pemkot Mojokerto untuk Menurunkan Sampah di TPA hingga 60 Persen
surya/sudharma adi
TPST pertama yang dibangun di Kota Mojokerto, tepatnya di Kecamatan Magersari. 

SURYA.co.id I MOJOKERTO - Pemkot Mojokerto terus mengembangkan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) baru.

Ada dua TPST baru di Kota Mojokerto yang bisa menurunkan produksi sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) hingga 60 persen dari produksi sampah 165 m3 per hari.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Mojokerto, Amin Wachid menjelaskan, pengembangan TPST jadi fokus pemkot, karena mampu menekan produksi sampah, terutama sampah rumah tangga.

"Saat ini kami membangun TPST kedua di Kelurahan Pulorejo yang dibiayai Pemprov Jatim," ujarnya kepada wartawan, Minggu (23/10/2016).

Tak hanya pengembangan TPST baru di Kecamatan Prajurit Kulon itu, DKP sebenarnya sudah punya TPST di Kecamatan Magersari.

Adapun pengelolaan sampah ini sepenuhnya diserahkan pada Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) setempat.

"Pengelolaannya pada KSM. Setiap TPST akan membawahi empat kelurahan. Dengan jumlah kelurahan di kota ada 18 kelurahan, maka paling tidak butuh satu atau dua TPST lagi untuk menangani kelurahan yang tersisa," jelasnya.

Dijelaskan, pengendalian sampah dengan TPST ini bisa memilah sampah bernilai dengan lebih efektif dan menekan biaya transportasi ke TPA.

"Sampah yang memiliki nilai ekonomis dipilah di sana. Ini jauh mengurangi sampah yang kami kirim ke TPA," katanya.

Maka dari itu, untuk mengurangi beban sampah sampai 40 persen, maka pembuatan TPST baru jadi target pemkot. Paling tidak, hingga tahun depan, jumlah ideal empat TPST di kota bisa terealisasi.

Terkait hal ini, anggota Komisi I DPRD Kota Mojokerto, Denny Novianto menjelaskan, pengelolaan sampah secara benar ini seharusnya bisa memantapkan posisi Adipura ke depan.

"Metode pengelolaan sampah di kota sudah bergeser dari konvesional ke modern. Ini bisa memantapkan Adipura, sehingga piala ini menjadi target kami ke depan," paparnya.

Dia juga berharap, DKP tetap fokus menyelesaikan persoalan kesadaran lingkungan masyarakat.

"Pengelolaan sampah tidak hanya di TPA saja, tapi juga pola pikir masyarakat. Perilaku membuang sampah sembarangan itu yang menjadi tolak ukur keberhasilan Adipura," pungkasnya.

Penulis: Sudharma Adi
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help