Surya/

Pilgub Jatim

Bupati Jombang Menyebut Dirinya 'Gubernur' Golkar Jatim, Tak Ingin Ikut Pilgub Jatim

Positif saya tetap di Jombang. Untuk gubernur, saya 'kan' sudah menjadi gubernurnya Partai Golkar Jatim.

Bupati Jombang Menyebut Dirinya 'Gubernur' Golkar Jatim, Tak Ingin Ikut Pilgub Jatim
Sutono
ARSIP - Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto (becak kiri) dan Ketua DPD Golkar Jatim, Nyono Suharli Wihandoko (becak kanan) saat menuju alun-alun untuk menemui ribuan tukang becak. 

SURYA.co.id, JOMBANG - Bupati Jombang yang juga Ketua DPD Partai Golar Jatim, Nyono Suharli Wihandoko, memastikan dirinya tidak akan maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim pada 2018.

Ia menyebut masih akan di Jombang untuk melanjutkan visi-misi Kabupaten Jombang yang saat ini dipimpinnya bersama Wabup Hj Mundjidah Wahan.

"Positif saya tetap di Jombang. Untuk gubernur, saya 'kan' sudah menjadi gubernurnya Partai Golkar Jatim,” kata Bupati Jombang ini usai acara Pembukaan Muscab Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di GOR Merdeka Jombang, Minggu (16/10/2016).

Nyono menyebut alasan ia bertahan di Jombang sampai periode selanjutnya karena masih banyak utang dan janji kepada masyarakat yang masih harus ia penuhi.

Menurut Nyono, saat ini DPD I Partai Golkar Jatim sedang berproses untuk menghadapi Pilgub Jatim. Nama-nama sudah dikantongi, untuk disurvei.

“Sudah ditetapkan nama-nama untuk L-1 dan L-2 (Bacagub dan bacawagub). Tapi perlu dibuktikan, disurvei apa betul punya elektabilitas. Karena rakyat yang membuktikan. Nanti akan kita usulkan ke DPP,” ujarnya.

Bagaimana jika hasil survei mengarah ke dirinya?

Ia menjawab tidak ingin berandai-andai. Semuanya akan terlihat dari hasil survei yang saat ini sedang dilakukan.

“Artinya kami obyektif, lihat survei itu nanti. Tapi Insyaallah periode ke depan saya masih di Jombang,” ujar Nyono.

Penulis: Sutono
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help