Advertorial

Inilah Komitmen Pakde Karwo pada Peringatan Hari Jadi Ke-71 Pemprov Jatim

“Saat ini petani tidak memungkinkan melakukan perluasan lahan. Untuk itu, petani harus bisa mengolah hasil pertanian menjadi makanan olahan."

Inilah Komitmen Pakde Karwo pada Peringatan Hari Jadi Ke-71 Pemprov Jatim
foto:Humas Pemprov Jatim
Gubernur Soekarwo memberikan potongan pertama tumpeng kepada Ketua DPRD Jatim Halim Iskandar dalam tasyakuran Hari Jadi Pronsi Jatim. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim berkomitmen terus memperkuat industri agro berbasis UMKM.

Hal ini penting dilakukan, karena 36 persen penduduk Jatim adalah petani, sedangkan kontribusi terhadap PDRB dari sektor pertanian masih 14 persen. Sehingga diperlukan pengembangan industri di sektor agro agar petani mendapatkan nilai tambah.

“Saat ini petani tidak memungkinkan melakukan perluasan lahan. Untuk itu, petani harus bisa mengolah hasil pertanian menjadi makanan olahan. Sebagai contoh, pisang, kentang, ketela, harus diolah menjadi makanan olahan seperti keripik. Makanan olahan ini harus diproduksi oleh petani sendiri, bukan perusahaan besar,” kata Gubernur Jatim Dr H Soekarwo usai memimpin Upacara Peringatan Hari Jadi ke-71 Provinsi Jatim Tahun 2016, di Halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (12/10/2016).

Ia mengatakan, pemerintah terus mendorong petani untuk memiliki alat-alat untuk industrialisasi. Untuk menjalankan industrialisasi tersebut harus ada suku bunga rendah.

Dalam hal ini, Pemprov dan DPRD Jatim harus satu frekuensi membantu masyarakat untuk menyelesaikan kesejahteraan di sektor pertanian. Untuk itu, tahun 2017 Pemprov Jatim meminta Rp 200 miliar untuk loan agreement untuk membantu pembiayaan industri pertanian dengan suku bunga rendah.

Menurutnya, industri pertanian saja tidak cukup, juga dibutuhkan nonindustri seperti industri kreatif. Seperti pengembangan produk Tanggul Angin diupayakan agar bisa masuk ke pasar nasional dan internasional.

Pakde Karwo, sapaan Gubernur Jatim, juga terus mengajak masyarakat menjadikan UMKM sebagai penggerak ekonomi Jatim. Hal ini senada dengan tema Peringatan Hari Jadi ke-71 Provinsi Jatim 2016 yakni
“Dengan Semangat Kerja Nyata, Mari Kita Mantapkan Jawa Timur sebagai Provinsi Industri Berbasis UMKM”.

Untuk itu, dibutuhkan ruang dan langkah konkret untuk meningkatkan kapasitas UMKM seperti meningkatkan kualitas produk dan packaging, serta pembiayaan pasar agar produk UMKM bisa masuk pasar internasional.

“Kalau proses industri dan pembiayaan murah dan pasarnya bisa dibantu, maka kompetisi kita akan lebih baik daripada provinsi lain. Karena biaya pembiyaannya bisa lebih murah,” jelasnya.

Sentimen Positif
Pada kesempatan itu, Pakde Karwo menyampaikan, suasana aman dan nyaman di Jatim tak terlepas dari stabilitas politik. Stabilitas politik akan memberikan sentimen positif terhadap kinerja ekonomi.

Halaman
123
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved