Berita Surabaya

Awalnya Ditolak, Kini Mr Bakwan Banyak Dicari Meski Harganya Mahal, Ini Kiatnya

Ternyata, begitu pengunjung merasakan bakwan buatannya, mereka langsung jatuh cinta dan tertarik untuk mencoba membeli.

Awalnya Ditolak, Kini Mr Bakwan Banyak Dicari Meski Harganya Mahal, Ini Kiatnya
surya/neneng uswatun hasanah
Hanya dibantu sang nenek, Felix berusaha untuk memenuhi pesanan para pelanggan yang cukup banyak dan membagi waktu untuk menyelesaikan kuliah. 

SURYA.co.id | SURABAYA – Memang tak mudah memperkenalkan produk baru pada masyarakat luas. Terutama jika produk tersebut memiliki harga yang lebih mahal dari produk sejenis yang beredar di pasaran.

Itu pula yang dialami oleh Felix Hariyanto Wono, pemilik usaha Mr. Bakwan.

Produk yang ia tawarkan adalah bakwan, siomay, dan yong tahu yang rasa dagingnya begitu terasa di lidah karena menggunakan 90% daging sapi, udang, dan ikan segar pada setiap produknya.

Produk-produk tersebut memang tidak lagi baru bagi masyarakat, namun Felix sempat kesulitan untuk memasarkan produknya karena harga yang lebih tinggi.

“Satu bakwan saya jual dengan harga Rp 3.000, sedangkan siomay dan yong tahu dengan harga Rp 6.000 dan harga itu bisa lebih mahal ketika mengikuti bazar,” katanya.

Tidak banyak orang yang mau membeli bakwan dan siomay yang harganya terlalu mahal, karena itulah Felix harus melakukan pengenalan produk pada calong pelanggan lewat media sosial dan secara langsung ketika mengikuti bazar.

Pengalaman pertama Felix mengikuti bazar adalah di On The Weekend Market “London Out Loud” di Spazio, Surabaya pada awal 2016.

Saat itu kali pertama Felix berhadapan langsung dengan pembeli dan berusaha mengenalkan produk bakwan, siomay, dan yong tahu yang berkualitas premium.

Ketika membagikan brosur pada pengunjung, beberapa kali Felix menghadapi penolakan yang tidak mengenakkan.

“Meskipun sebagian besar brosur ditolak, tapi saya tetap berusaha memberi mereka tester sehingga pengunjung bisa merasakan langsung produk-produk Mr. Bakwan yang saya janjian berkualitas tinggi,” ceritanya.

Halaman
12
Penulis: Neneng Uswatun Hasanah
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help