Nasional

Seratus Hari Menjabat, Kapolri Singgung Polisi yang Mabuk di Emperan Toko

Tito Karnavian menilai kepercayaan publik pada Polri menurun karena kinerja Polri belum maksimal dan kultur Polri soal perilaku koruptif serta hedonis

Seratus Hari Menjabat, Kapolri Singgung Polisi yang Mabuk di Emperan Toko
antara/sigid kurniawan
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengikuti rapat dengar pendapat dengan Panitia Khusus (Pansus) RUU Terorisme DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, (31/8/2016). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani

SURYA Online, JAKARTA - ‎Beragam peristiwa kriminal serta konflik sosial terjadi selama 100 hari kepemimpinan Jenderal Polisi Tito Karnavian sebagai Kapolri.

Tito sempat menyinggung beragam peristiwa menonjol yang turut menjadi perhatiannya.
Dua diantaranya yakni soal adanya perwira yang mabuk di emperan toko Jatinegara, Jakarta Timur, serta penyanderaan di Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Proses negosiasi hingga pembebasan sandera selama berjam-jam di Pondok Indah ‎disiarkan banyak media. Peristiwa tersebut mendapat apresiasi dari banyak pihak karena Polri profesional menjalankan tugasnya.

"‎Saya mencanangkan paket kebijakan Promotor (profesional, modern dan terpercaya). Itu tujuannya supaya kepercayaan publik pada masyarakat meningkat," ujar Tito Karnavian.

Hal tersebut diungkapkannya dalam acara dialog 'Coffee Break with Kapolri: Menuju 100 Hari Kepemimpinan Jenderal Polisi Tito Karnavian', Selasa (11/10/2016), di Rupatama Mabes Polri.

Tito Karnavian menilai kepercayaan publik pada Polri menurun karena kinerja Polri belum maksimal dan kultur Polri soal perilaku koruptif serta hedonisme masih ada.

Terakhir, soal manajemen media, Tito Karnavian menekankan jajaranya harus memperhatikan betul karena media, terutama media sosial, menjadi satu penilai bagi Polri.

"‎Contohnya saat ada perwira polisi yang mabuk dan ditemukan di emperan toko Jatinegara itu langsung berpengaruh negatif," katanya.

Begitu juga soal penyanderaan di Pondok Indah yang ditangani baik.

"Pelaku tertangkap dan korban selamat. Ini disiarkan live oleh media dan hasilnya persepsi publik, Polisi itu profesional," katanya.

Editor: Eben Haezer Panca
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help