Hukum Kriminal Surabaya

Jaksa Tahan Mantan Bendahara Bappeko Surabaya karena Dugaan Korupsi, begini Awal Kasusnya

"Tersangka kami tahan selama 20 hari ke depan," ujar Kajari Didik, Selasa (4/9/2016).

Jaksa Tahan Mantan Bendahara Bappeko Surabaya karena Dugaan Korupsi, begini Awal Kasusnya
surya/anas miftakhudin
Ummi Chasanah berlindung kepada suaminya dari jepretan kamera wartawan. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Mantan Bendahara Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Pemkot Surabaya, Ummi Chasanah ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, Selasa (4/10/2016 ) terkait diduga korupsi.

Tersangka ditahan di Rutan Kelas I Medaeng akibat tersangkut pemotongan pajak pegawai honorer dan perjalanan dinas di empat bidang fisik, ekonomi, sekretariat dan kesra.

Tangis Ummi terlihat pecah saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bidang Pidana khusus (Pidsus) memberi sebuah rompi tahanan warna merah.

Perempuan asal Perumahan YKP Penjaringan Sari itu pun langsung memeluk suaminya saat digiring petugas kejaksaan dan kepolisan menuju mobil tahanan.

Kajari Surabaya, Didik Farkhan Alisyahdi SH, menuturkan penahanan tersangka dilakukan atas beberapa faktor. Di antaranya dikhawatirkan menghilangkan barang bukti, mengulangi perbuatannya dan melarikan diri.

"Tersangka kami tahan selama 20 hari ke depan," ujar Kajari Didik, Selasa (4/9/2016).

Selain menahan Ummi, pihak kejaksaan juga menahan Ahmad Ali Fahmi warga Medokan Surabaya lantaran ditengarai ikut memuluskan aksi tersangka Ummi. \

"Tersangka Fahmi ini bukan PNS tapi pegawai honorer, dia juga kami tahan, karena ikut terlibat," papar Didik.

Kajari Didik, menegaskan selama penyidikan berlangsung Unit Tipikor Polresabes Surabaya, kedua tersangka tidak ditahan.

"Keduanya dijerat melanggar pasal 2, 3 Juncto pasal 18 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang korupsi dan Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara," terang Didik.

Halaman
12
Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help