Terminal Purabaya

Asyik, Kini Ada Eskalator di Terminal Purabaya

Terminal yang tiap hari dipadati sekitar 30.000 penumpang ini mulai dipasang eskalator. Dua tangga berjalan penghubung lantai dua itu diletakkan di si

Asyik, Kini Ada Eskalator di Terminal Purabaya
nuraini faiq
Eskalator yang kini sudah terpasang di Terminal Purabaya, Selasa (4/9/1016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Terminal Purabaya Pemkot Surabaya di Bungurasih, Kabupaten Sidoarjo kini makin nyaman.

Terminal yang tiap hari dipadati sekitar 30.000 penumpang ini mulai dipasang eskalator. Dua tangga berjalan penghubung lantai dua itu diletakkan di sisi kanan dan kiri ruang "check in".

Persis di dalam bangunan baru yang telah dibangun. Semua Penumpang yang berangkat dari terminal ini nantinya akan naik ke lantai dua. Di lantai ini akan terhubung langsung dengan shelter keberangkatan.

Sudah tiga tahun lalu shelter-shelter itu dibangun. Setelah dari lantai dua itu, semua penumpang yang naik bus tak lagi berkeliaran menyusuri aspal bus. Penumpang dengan jurusan tertentu akan naik di shelter masing-masing.

"Rencananya 2017 Purabaya Baru akan dioperasikan. Termasuk eskalator juga dioperasikan bersamaan. Ini masih kami pasang," kata Plt Kepala UPTD Terminal Purabaya Soesandi Ismawan, Selasa (4/9/2016).

Sebab untuk menggerakkan tangga berjalan itu memerlukan listrik dengan kapasitas besar. Saat ini tengah disiapkan baterai dengan kekuatan memadai untuk menggerakkan eskalator itu. Jika sudah siap, semua tinggal dioperasikan.

"Hanya masalah waktu. Selama itu untuk membuat nyaman penumpang dan bikin nyaman terminal memang harus diupayakan. Kami berharap lebih cepat dioperasikan lebih baik. Tapi semua bergantung pusat," tambah Soesandi.

Selain memasang eskalator, saat ini deretan loket penjualan tiket bus di areal lorong kedatangan juga dibongkar. Hal ini untuk membuat suasana nyaman saat penumpang tiba atau ingin melanjutkan ke jalur keberangkatan. Tak ada calo yang menawarkan tiket.

Purabaya mendukung layanan tiket bus jarak jauh dengan sistem online. Soesandi menuturkan bahwa nantinya terminal Purabaya juga akan steril dari nonpenumpang. Mereka yang berhak di ruang tunggu atau areal dalam terminal adalah yang memegang tiket.

"Nantinya, semua titik lampu penerangan di areal Purabaya akan redesain dengan solar cell atau tenaga surya. Lebih ramah lingkungan dan hemat. Ada sekitar 45 titik lampu," ucap Soesandi.

Farida, salah satu penumpang yang biasa ke Malang mengaku senang melihat ada eskalator tengah terpasang di Purabaya. Selain tampak megah juga membuat nyaman. "Tapi kok ada kios di dalam ruang tunggu yang kadang tidak rapi," kata Farida.

Namun keberadaan Purabaya tersebut kewenangannya akan dikelola pusat. Terminal yang berlokasi di Sidoarjo dan dikelola Surabaya ini tak lagi milik Surabaya. Termasuk gedung aset dan pegawai juga di bawah pusat.

Kepala Dishub Jatim Wahid Wahyudi saat dikonfirmasi menyatakan bahwa hal itu tak bisa dicegah. Meski Kemenhub sebelumnya pernah menyampaikan bahwa diserahkan dulu ke pusat. Meski pengelolaan bisa dikembalikan ke daerah.

"Penyerahan Purabaya ke Pusat sudah tak bisa ditawar-tawar karena amanah UU. Ya diikuti saja," kata Wahid.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved