Berita Unik

Bayi Ini Lahir Dengan Wajah Berumur 80 Tahun

Dokter yang menangani bocah tersebut mengatakan, kelainan tersebut, selain menyebabkan keriput di wajah bayi, juga menyebabkan tubuh bungkuk...

Bayi Ini Lahir Dengan Wajah Berumur 80 Tahun
Mirror.co.uk/Caters
Bayi di Bangladesh lahir dengan kelainan Progeria yang menyebabkan wajahnya tampak seperti berumur 80 tahun. 

SURYA Online, BANGLADESH - Sesosok bayi di distrik Magura, Bangladesh, lahir dengan kelainan yang sangat langka yang dalam istilah medis disebut Progeria.

Kelainan ini, menyebabkan bocah yang lahir 25 September 2016 tersebut memiliki wajah yang sangat tua.

Bahkan, seperti dikutip dari Mirror.co.uk, wajah bayi laki-laki tersebut mirip seperti wajah seorang lelaki berusia 80 tahun.

Dokter yang menangani bocah tersebut mengatakan, kelainan tersebut, selain menyebabkan keriput di wajah bayi, juga menyebabkan tubuh bungkuk serta mata berongga.

"Dengan kondisi ini, bayi terlihat seakan-akan dia tidak baru lahir," ujar dokter tersebut.

Bayi dengan kelainan <a href='http://surabaya.tribunnews.com/tag/progeria' title='Progeria'>Progeria</a> di <a href='http://surabaya.tribunnews.com/tag/bangladesh' title='Bangladesh'>Bangladesh</a>

Kelainan Progeria menyababkan mata bayi ini tampak besar (sumber: Caters)

Adapun orangtua bayi tersebut, sama sekali tidak kecewa dengan kondisi yang dialami bayinya tersebut.

Biswajit Patro, ayah dari bayi itu bahkan mengatakan anaknya ini adalah anak yang ajaib.

"Yang bisa kami lakukan adalah bersyukur kepada Tuhan. Tidak ada alasan bagi kami untuk tidak bersukacita karena kelahiran anak kami dan bagaimana rupanya," ujar Biswajit.

"Kami sangat bahagia karena kini ada bayi di rumah kami. Kami pun akan menerima dia apa adanya," sambung pria yang sehari-hari bekerja sebagai petani itu.

Sementara itu, kelahiran bocah ini mau tidak mau mengundang rasa penasaran banyak orang.

Setiap hari, sejak kelahirannya, rumah Biswajit tidak pernah sepi dari kunjungan tetangga yang merasa penasaran.

"Kami mendapat banyak tamu sejak kelahirannya. Saudara-saudara, tetangga, bahkan orang-orang dari desa sebelah juga datang untuk melihat anak kami," pungkas dia.

Penulis: Eben Haezer Panca
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help