Surya/

Profil

Kisah Buruh Pabrik Lulus dari Unair Surabaya dengan IPK 3,88

Karena kondisi ekonomi kedua orangtuanya sedang buruk, membuat Lia selepas lulus SMA menjadi buruh pabrik di Mojokerto.

Kisah Buruh Pabrik Lulus dari Unair Surabaya dengan IPK 3,88
sulvi sofiana
Amelia Tri Mawarni, lulusan Ilmu Informasi dan Perpustakaan (IIP) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga dengan indeks prestasi 3,88. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi merupakan harapan terbesar Amelia Tri Mawarni (23). Sayangnya karena kondisi ekonomi kedua orangtuanya sedang buruk, membuat Lia selepas lulus SMA menjadi buruh pabrik di Mojokerto.

Bagi Lia, sapaan akrabnya yang berusia 17 tahun saat itu, bukan hal mudah untuk dilewatinya. Namun, ia bertekad untuk jika bisa melanjutkan pendidikan akan menuntaskan kewajiban belajarnya dengan maksimal.

“Sempat bekerja dua tahun, kemudian ayah diberi kesembuhan total dari sakit. Dari sana saya membangun kembali mimpi-mimpi saya dan bertekad bisa kuliah lagi,” jelasnya.

Wanita yang menempuh pendidikan di Prodi Ilmu Ilmu Informasi dan Perpustakaan (IIP) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga ini akhirnya lulus dengan indeks prestasi 3,88. Sesuai dengan janjinya,ia menunjukkan kemampuannya dan dinyatakan sebagai wisudawan terbaik S1 FISIP Unair.

“Awalnya tak pernah terbayangkan bisa kuliah di kampus seperti ini. Awalnya kurang mengerti dan tak paham dengan jurusan yang saya ambil. Tetapi malah saya menemukan passion saya disini,” lanjut lulusan yangvjuga menerima bantuan pendidikan Bidik Misi ini.

Hingga di luar kuliah, saya aktif dalam beragam kegiatan dan berhasil mendirikan Taman Bacaan Masyarakat “POCER” di Desa Janti, Kabupaten Kediri. Di tempat tinggalnya ini ia bertekad serius menebarkan semangat membaca, meski tidak sedikit yang dulu meremehkannya.

“Dengan membaca dan belajar, saya sangat berharap tidak ada lagi anak Indonesia yang harus menjalani pekerjaan berat seperti pernah saya alami,” tegas Lia.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help