Pemkot Surabaya

Assessment Center Mudahkan Pengangkatan Penjabat Pemkot Surabaya

Pembentukan Assessment Center ini, diharapkan bisa menjadi sistem baru yang bisa menguatkan pengangkatan pejabat di tataran Pemkot Surabaya.

Assessment Center Mudahkan Pengangkatan Penjabat Pemkot Surabaya
surya/aflahul abidin
ILUSTRASI 

SURYA.co.id | SURABAYA - Rencana pembuatan Assessment Center oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya masih belum bisa terealisasi dalam waktu dekat.

Pasalnya, pembuatan sistem Assessment Center ini membutuhkan banyak assesor. Pembentukan Assessment Center ini, diharapkan bisa menjadi sistem baru yang bisa menguatkan pengangkatan pejabat di tataran Pemkot Surabaya, yang masuk dalam rencana strategi lima tahun ke depan.

Kepala Bappeko Surabaya Agus Imam Sonhaji mengatakan, assesment center ini dibuat untuk melaksanakan amanat UU No 5 Tahun 2015 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Tidak hanya itu, sistem ini diharapkan dapat menata pengangkatan pegawai supaya lebih teratur berdasarkan pada kompetensi.

"Sistem ini, akan melakukan penilaian mulai dari kecakapan, kompetensi hingga kualitas pribadi dari pegawai pemkot saat akan naik jabatan. Supaya bisa dilihat kualitasnya, dan tidak hanya intelektualnya saja," kata Agus.

Lebih jauh Agus menjelaskan, nantinya yang akan memutuskan untuk memilih dan pengangkatan pegawai di lingkup Pemkot Surabaya adalah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Akan tetapi, dengan adanya sistem ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan kuat bagi Wali Kota Surabaya untuk memutuskan penjabat yang dipilih.

"Track record dari penjabat ini akan diketahui dalam sistem Assessment Center ini, sehingga nantinya akan tepat sasaran. Misal ini ya, penjabat ini mahir sejali dalam bidang hitung menghitung, maka dia akan ditempatkan sesuai dengan keahliannya," contoh pria yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang ini.

Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Surabaya Mia Shanti Dewi menambahkan, pembentukan sistem ini masih membutuhkan sejumlah persyaratan. Seperti, memiliki assesor tertentu, dan jumlahnya sesuai dengan kebutuhan kepegawaian.

"Saat ini masih kami hitung assesornya yang dibutuhkan, dan kami masih butuh banyak.Kalau sekarang kita belum punya asesor yang terakreditasi sama sekali, padahal itu menjadi syarat penting dalam pembuatan sistem ini," jelas dia.

Walaupun belum memiliki assesor sendiri, Mia menjelaskan bahwa Pemkot Surabaya memakai assesor dari luar. Diharapkan, dalam pengangkatan pegawai bukan hanya didasarkan pada potensi saja melainkan dari segi kompetensi yang dimiliki.

"Meskipun sistem Assessment Center belum terbentuk, tapi kami tetap menggunakan Sistem Assessment. Walaupun, kita belum punya assesor sendiri, tapi kita pakai assesor dari luar," tegasnya. 

Penulis: Rorry Nurwawati
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help