Berita Madiun

PT INKA Optimis Menangi Tender 250 Unit Gerbong Kereta Api di Bangladesh

"Mereka menilai after sale produk kami bagus. Secara ketahanan produk lebih unggul, dan secara servis purna jualnya juga bagus. Itulah point bagi kami

PT INKA Optimis Menangi Tender 250 Unit Gerbong Kereta Api di Bangladesh
(Sumber : dokumentasi PT INKA)
Gerbong penumpang yang diproduksi PT INKA siap dikirim ke Bangladesh 

SURYA.co.id | MADIUN - PT Industri Kereta Api Indonesia (Persero) atau INKA berpeluang memenangkan kembali tender kereta api di Bangladesh, India.

PT INKA harus bersaing dalam proses tender dengan perusahaan kereta asal Tiongkok dan India yang digelar Agustus 2016, lalu.

"Kami ikut tender lagi dan secara teknis kami unggul. Pengumumannya sekitar Oktober atau November, mendatang. Tapi kami yakin menang, " kata Cholik Mochamad Zam Zam, saat ditemui di kantor PT INKA, Jalan Yos Sudarso 71 Kota Madiun, Jumat (16/9/2016) siang.

Apabila nantinya PT INKA menang pada tender tersebut, maka PT INKA telah memenangkan tender kereta api di Bangladesh, sebanyak tiga kali.

Pertama 2012 menang 50 unit gerbkng, pada 2014 INKA kalah tender dan dimenangkan Tiongkok, kemudian 2015 INKA menang 150 unit gerbong, dan pada Agustus 2016 ini, kembali mengikuti tender 250 unit gerbong.

"Mereka menilai after sale produk kami bagus. Secara ketahanan produk kami lebih unggul, dan secara servis purna jual juga bagus. Itulah point kami, kenapa kami bisa yakin mereka akan memilih PT INKA lagi," katanya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Untuk diketahui, pada 2015 lalu, perusahaan pelat merah ini mendapatkan kontrak memasok 150 unit gerbong ke Bangladesh. Pesanan tersebut ditargekan akan selesai pada akhir September tahun ini.

"Akhir September ini selesai, tinggal dikit, tipe broad gauge (BG)," kata Cholik tanpa merinci berapa unit yang masih harus dikirimkan.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help