Penerbangan

Batik Air Bawa Batik Makin Dikenal di Luar Negeri

Fashion and Craft Festival Surabaya 2016 yang sudah berlangsung untuk kedua kalinya di Surabaya itu kali ini diikuti sekitar 200 peserta.

Batik Air Bawa Batik Makin Dikenal di Luar Negeri
sugiharto
Batik Air bertekad dukung perkembangan dunia fashion Tanah Air, khususnya yang terkait kreasi batik. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Batik Air bertekad dukung perkembangan dunia fashion Tanah Air, khususnya yang terkait kreasi batik.

Upaya ini bukan sesuatu yang berlebihan dan menyimpang dari bisnis penerbangan yang selama ini dijalani Batik Air.

Kata ‘batik’ yang digunakan perusahaan penerbangan ini tidak bisa dielakkan membawa konsekuensi pada produk yang selama ini dikenal sebagai warisan budaya Indonesia. “Siapa yang tak kenal ‘batik’? Bahkan masyarakat luar (negeri) pun kenal batik kita,” tegas Poerwoko Soeparyono, GM Service Batik Air.

Pernyataan itu dilontarkan Poerwoko menjawab pertanyaan seputar keterlibatan perusahaan penerbangan ini dalam acara Fashion and Craft Festival Surabaya 2016. Kegiatan yang digeber di Grand City Convention Centre Surabaya ini berlangsung mulai 14-18 September 2016.

Langkah yang dilakukan Batik Air ini ditekankan Poerwoko sebaga bentuk pengembangan usaha perusahaan penerbangan tersebut. “Kalau kami stagnan dengan kegiatan yang sama, maka segmen yang kita dapat pun akan tetap tak berubah,” bebernya.

Karena itu pula sejak lama Batik Air memberi kesempatan pada para desainer untuk berkunjung langsung ke berbagai sumber batik di Indonesia. “Harapannya, setelah dari tempat itu, para desainer ini punya gagasan-gagasan baru untuk dituangkan sebagai karya mereka,” ucapnya.

Salah satu aplikasi dari program dukungan ke para desainer itu adalah memberi kesempatan mereka untuk menciptakan busana bagi para pramugari-pramugara. “Memang tidak dipakai tiap hari. Tapi ada hari-hari yang kami tentukan memakai baju batik rancangan desainer Tanah Air ini,” kata Poerwoko yang juga Operation Director Lion Air Airport Services.

Penggunaan busana batik oleh kru Batik Air ini diharapkan makin dikenal oleh mereka yang selama ini menggunakan jasa penerbangan Batik Air. Apalagi belakangan Batik Air pun mengembangkan area jangkauannya tidak hanya menerbangi wilayah Indonesia, melainkan juga ke beberapa rute luar negeri.

Setelah Singapura dan Kuala Lumpur (Malaysia), tutur Poerwoko, rute baru yang coba dijangkau Batik Air adalah India dan Tionghoa. “Target akhir November ini kami sudah terbang ke India, berikutnya menyusul Tionghoa,” ungkapnya.

Strategi yang dilakukan jaringan Lion Air ini membuat perusahaan penerbangan ini mencapai pertumbuhan luar biasa. Saat ini jumlah penumpang yang diangkut totalnya mencapai 136.000 orang setiap hari.

“Frekuensi penerbangan Lion Air saat ini ada 400-600 flight setiap hari, sedang Batik Air 200 flight, dan Wings Air 240 flight,” urai Poerwoko.

Fashion and Craft Festival Surabaya 2016 yang sudah berlangsung untuk kedua kalinya di Surabaya itu kali ini diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai wilayah. Mediatama Binakreasi selaku Exhibition Organizer menargetkan transaksi sebesar Rp 3 miliar dan jumlah pengunjung 15.000 orang. 

Penulis: Achmad Pramudito
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved