Terminal Purabaya

Pusat Luwes, Pemkot Surabaya Tetap Boleh Kelola Purabaya, asalkan ini Dulu

"Namun kami tak kaku. Jika dihitung lebih baik dikelola daerah, silahkan. Tapi serahkan dulu ke pusat," kata Dirjen Perhububgan Darat, Pudji Hartanto.

Pusat Luwes, Pemkot Surabaya Tetap Boleh Kelola Purabaya, asalkan ini Dulu
surya/nuraini faiq
Dua calon penumpang melintas di depan ekskalator terminal yang siap pasang, Minggu (11/9/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Terminal Purabayaberlokasi di Desa Bungurasih, Kecamatan Waru, Sidoarjo, sesuai rencana tetap akan diambil alih pusat. Meski demikian, terminal tipe A ini berpeluang untuk tetap dikelola Pemkot Surabaya. Pengelolaannya seperti sedia kala.

UU 23 2015 tentang Pemerintah Daerah mengamanatkan terminal tipe A diambil alih pengelolaannya ke pusat.

"Namun kami tak kaku. Jika dihitung lebih baik dikelola daerah, silahkan. Tapi serahkan dulu ke pusat," kata Dirjen Perhububgan Darat, Pudji Hartanto, Minggu (11/9/2916).

Tidak hanya terminal tipe A, semua jembatan timbang yang selama ini pengelolaannya di tangan provinsi juga diambil alih pusat. Khusus untuk Terminal Purabaya dengan luasan 12
hektare, Oktober besok penyerahan ke pusat itu sudah harus tuntas.

Baik menyangkut aset dan personel atau pegawai yang selama ini di bawah Pemkot Surabaya.
Meski terminal itu berlokasi di Sidoarjo, namun gedung, kantor, dan suplai pegawai dari Pemkot Surabaya.

Sidoarjo adalah penyedia lahan. Terminal ini adalah pengembangan dari Terminal Joyoboyo.

Saat ini, proses pengambilalihan Purabaya ke Pusat tengah mencapai finalisasi. Baik menyangkut aset dan pegawai telah diinventarisasi.

Bahkan semua pegawai di bawah Dishub Kota Surabaya itu juga telah dilakukan pendataan.

"Setelah diserahkan apakah nanti dikembalikan ke daerah untuk mengelolanya, itu bisa dibicarakan. Sekali lagi ikuti regulasi dulu. Diserahkan dulu karena itu amanah UU," kata Pudji.

Sedang Plt Kepala Dishub Surabaya Irvan Wahyu Drajat menandaskan pihaknya manut dengan keinginan pusat. Apalagi itu bagian amanah UU. Namun dirinya meminta Pusat bisa berpikir rasional.

Bagaimana mungkin terminal berlokasi di daerah dengan pegawai warga setempat dikendalikan pusat.

"Sangat masuk akal jika era otonomi daerah terminal Purabaya itu dikelola daerah. Namun kami harus tunduk dengan UU," reaksi Irvan.

Saat ini, Terminal Purabaya selalu dipadati puluhan ribu penumpang setiap hari. Saat long weekend seperti Idul Adha saat ini setiap hari ada sekitar 55.000 penumpang memadati Purabaya.

Meski dipastikan diambil alih pusat, namun terminal Purabaya terus berbenah. Terminal yang kini berdiri gedung baru lebih representatif itu makin megah atas rencana dipasangnya eskalator. Dua tangga eskalator telah didatangkan dan siap dipasang.

"Paling cepat pertengahan September eskalator penghubung ke lantai dua akan dipasang. Penumpang tak lagi berkeliaran di keberangkatan. Tapi nanti langsung terhubung di pintu keberangkatan sesuai jurusan masing-masing," kata Plt Kepala UPT Terminal Purabaya Soesandi Ismawan.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help