Berita Lamongan

Simudda Ini Membuat Jumlah Pendonor Darah di Lamongan Meningkat Tajam

“Jejaring UDD secara nasional juga sudah terkoneksi dengan Simudda. Sehingga kami bisa segera memenuhi stok darah dari UDD lain yang memiliki stok...

Simudda Ini Membuat Jumlah Pendonor Darah di Lamongan Meningkat Tajam
istimewa
Petugas UDD PMI menunjukkan darah dalam kantong yang diambil dari pendonor, Jumat (9/9/2016) 

SURYA.co.id l LAMONGAN - Dua tahun ini, Unit Donor Darah (UDD) PMI Lamongan menggunakan sistem terkomputerisasi untuk database pendonor mereka.

Dengan sistem informasi manajemen unit donor darah (Simudda) UDD PMI Lamongan bisa meningkatkan pendonor hingga dua kali lipat.

Jumlah pendonor di tahun 2014 hanya 4.567 orang, sampai dengan saat ini naik menjadi 9.203.

“Sejak ada Simudda, database pendonor bisa terinventaris dengan baik,"urai Kepala UDD PMI Lamongan Yuliarto Dwi M melalui Kabag Humas dan Infokom Sugeng Widodo, Jumat (9/9/2016).

Sistem ini sangat membantu agar pendonor kembali mendonorkan darahnya.

Simudda secara otomatis akan mengirim layanan pesan pendek ke telepon genggam pendonor, yang mengingatkan jika sudah waktunya untuk mendonorkan lagi, yakni setiap 75 hari.

Bukan hanya itu, lanjutnya, UDD PMI Lamongan kini bisa secara real time menyajikan informasi ketersediaan stok darah kepada masyarakat.

“Jejaring UDD secara nasional juga sudah terkoneksi dengan Simudda. Sehingga kami bisa segera memenuhi stok darah dari UDD lain yang memiliki stok darah lebih, “ katanya.

Perolehan donor darah di UDD PMI cabang Lamongan rata-rata 800 hingga1.000 kantong per bulan, dengan kebutuhan kurang lebih 1.400 kantong per bulan.

Selama ini PMI Lamongan bekerjasama dengan Kantor PMI cabang tetangga seperti Surabaya untuk memenuhi kekurangan stok darah.

Sementara jumlah stok darah yang ada di PMI Lamongan saat ini, untuk Golongan A ada 75 kantong, Golongan B 28 sebanyak kantong, Golongan O sebanyak 160 kantong dan Golongan AB ada sebanyak 2 kantong.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved