Surya/

Berita Jombang

Puluhan Anak Belajar di Emperan Sambil Lesehan Setelah Digusur untuk Akses Tol Jombang-Mojokerto

Sambil duduk lesehan beralas tikar, para anak didik tetap ceria menyanyi dan menirukan guru melafalkan doa-doa pendek.

Puluhan Anak Belajar di Emperan Sambil Lesehan Setelah Digusur untuk Akses Tol Jombang-Mojokerto
surya/sutono
Puluhan anak usia dini siswa Taman Pembinaan Anak Saleh (Tapas) Al Amanah Desa Blimbing Kecamatan Kesamben menempati teras rumah untuk belajar setelah gedungnya terkena eksekusi demi pembangunan jalan tol Jombang-Mojokerto. 

SURYA.co.id | JOMBANG - Sekitar 40 anak usia dini siswa Taman Pembinaan Anak Saleh (Tapas) Al Amanah Desa Blimbing Kecamatan Kesamben, terpaksa belajar di teras rumah warga setempat, Jumat (2/9/2/2016).

Itu terjadi setelah gedung sekolah mereka menjadi sasaran eksekusi Pengadilan Negeri Jombang untuk kepentingan lahan tol Jombang-Mojokerto, Kamis (1/9/2016).

Kendati belajar di teras secara lesehan, puluhan anak terlihat bersemangat mengikuti panduan para guru.

Sambil duduk lesehan beralas tikar, para anak didik tetap ceria menyanyi dan menirukan guru melafalkan doa-doa pendek.

Kepala Tapas Al Amanah, Syafi’i menyatakan, belajar di emper ini hanya dilakukan sampai Sabtu (3/9/2016) besok.

Setelahnya, untuk jangka pendek dia sudah menemukan solusi alternatif, yakni menumpang gedung PAUD di desa sebelah.

“Untuk hari ini memang kami masih harus ‘ngemper’. Tapi mulai Senin depan, kami sudah dapat pinjaman gedung sekolah di desa sebelah, Desa Jombok,” kata Syafi’i.

Gedung yang dimaksud Syafi’i adalah gedung milik salah satu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang tidak seberapa jauh dari gedung Tapas Al Amanah.

Karena berstatus menumpang, lanjut Syafi’i, dia harus menyesuaikan dengan jadwal yang sudah ada pada sekolah yang ditumpangi. Kami mendapat jam belajar secara berselang-seling.

“Senin masuk pagi, jam 8 sampai 10 siang. Selasa masuk siang, jam 10 sampai 12. Rabu masuk pagi, Kamis siang dan Jumat pagi lagi,” jelasnya.

Sampai kapan bertahan dengan gedung pinjaman, Syafi’i mengaku belum bisa memperkirakan. Namun setelah penggusuran gedung Al Amanah untuk jalan tol Joker, dia dan isterinya bertekad mewakafkan sisa lahan yang tidak digusur untuk pembangunan gedung Tapas Al Amanah.

“Lahan kami sebenarnya seluas 415 meter persegi. Yang terkena eksekusi setengahnya, termasuk gedung Al Amanah. Sisanya akan kami wakafkan dan kami rencanakan untuk gedung baru Tapas Al Amanah. Alhamdulillah, sudah mulai ada yang menyumbang untuk pembangunan gedungnya,” ujarnya.

Diberitakan, eksekusi lahan untuk pembangunan jalan tol Joker Seksi 2 tak hanya menyasar rumah, sawah, dan pekarangan. Gedung PAUD milik Yayasan Al Amanah, di Desa Blimbing, Kecamatan Kesamben, juga terkena gusur.

Akibatnya, sekitar 40-anak peserta didik kehilangan tempat belajar. Sebab, pengelola belum mendapat gedung pengganti untuk aktivitas belajar dan bermain anak-anak usia dini tersebut.

“Kami memang belum memiliki gedung baru untuk proses belajar mereka selanjutnya. Sebelumnya, kami juga tidak diberitahu untuk mengosongkan sekolah ini,” ujar Syafi’i, Kepala Al Amanah, Kamis (1/8/2016).

Penulis: Sutono
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help