Berita Lumajang

Waria Lumajang Berangkat Haji : Saya Ingin Berdoa di Tanah Suci Agar Jadi Orang Sholeh

Dirinya sudah menabung selama 10 tahun untuk bisa menunaikan ibadah haji.

Waria Lumajang Berangkat Haji : Saya Ingin Berdoa di Tanah Suci Agar Jadi Orang Sholeh
surya/ahmad zaimul haq
Petugas Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES), Sukolilo Surabaya menyortir paspor dan visa Calon Jemaah Haji (CJH) yang nantinya akan berangkat dari Embarkasi Surabaya, Jumat (29/7/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Seorang waria asal Lumajang, Sutrisnawati (52), berangkat menunaikan ibadah haji bersama kloter 58 Lumajang, Kamis (1/9/2016).

"Saya sudah lama ingin menunaikan ibadah haji, tapi kalau saya seperti begini ya takdir. Saya ingin berdoa di Tanah Suci agar menjadi orang yang sholeh, bukan sholewati," katanya, tertawa.

Ditemui menjelang keberangkatan dari Asrama Haji Embarkasi Surabaya, waria asal Desa Kunir, Kecamatan Jatimulyo, Lumajang itu mengaku dirinya menjadi waria itu bukan keinginan dirinya.

"Saya berangkat dengan KTP laki-laki, karena petugas Imigrasi memeriksa saya dan saya dinyatakan sebagai laki-laki, tapi sepulang dari Tanah Suci, saya akan kadang-kadang berpakaian wanita," katanya.

Menurut perias pengantin di desanya itu, dirinya sudah menabung selama 10 tahun untuk bisa menunaikan ibadah haji.

"Saya berangkat sendiri dan gabung dengan tetangga di desa," katanya.

Tentang doa yang dipanjatkan di Tanah Suci, Sutrisnawati mengaku akan selalu memohon doa untuk keselamatan di dunia dan akhirat, termasuk diberi kemantapan untuk menjadi laki-laki.

Saya berangkat sendiri, saya mandiri. Saya menunaikan ibadah haji dengan tetangga," kata waria yang sepintas memang masih memiliki gaya seperti halnya perempuan.

Sutrisnawati masuk ke Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Rabu (31/8/2016) sore dan berangkat ke Tanah Suci pada Kamis (1/9/2016) sore.

Pada tahun 2012, ada juga waria asal Jember, yang berangkat menunaikan ibadah haji dengan Kloter 69/Jember, yakni Sutika bin Marwapi (42).

Waria yang berdagang di pasar itu kini sudah menjadi haji.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help