Hukum Kriminal Surabaya

Saat Sidang, Singky Haru Memeluk Anaknya

Kami sendiri juga tidak tahu perkara ini menjadi sorotan publik," terang hakim Ari Jiwantara kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Saat Sidang, Singky Haru Memeluk Anaknya
surya/anas miftakhutadin
Singky Soewadji saat menjalani sidang perdana di PN Surabaya dalam kasus pencemaran nama baik, Kamis (1/9/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemerhati satwa Kebun Binatang Surabaya (KBS), Singky Soewadji menjalani sidang perdana kasus fitnah dan pencemaran nama baik di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (1/9/2016).

Sidang yang dipimpin majelis hakim Ari Jiwantara SH itu dengan agenda pembacaan surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ni Putu Parwati SH dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim.

Dalam surat dakwaan, terdakwa Singky diadili karena dianggap mencemarkan nama baik Ketua Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI), Rahmat Sah melalui postingan di media sosial Facebook miliknya. Salah satu isinya sebagi berikut :

"Tahukah anda? Apa kata PETA soal kandang Orang Utan seperti ini? Dan kandang seperti ini ada di Taman Hewan Pematang Siantar milik Ketum PKBSI Rahmat Shah lho!. Begini kok dibilang KBS tidak layak? Masih lebih layak Taman Hewan Pematang Siantarkah? Kenapa anggota PKBSI lain diam?"

Akibat ulahnya itu, Singky didakwa pasal berlapis. Ia didakwa melanggar pasal 310 KUHP jo pasal 311 KUHP jo pasal 27 ayat 3 jo pasal 28 ayat 2, pasal 45 ayat 1 dan 2 UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Usai pembacaan dakwaan, hakim Ari Jiwantara menanyakan ke tim penasihat hukum terdakwa Singky. Apakah mengajukan nota keberatan atau eksepsi.

Sebelum menyatakan mengajukan perlawanan, tim penasihat hukum terdakwa, Martin Suryono SH mengajukan permohonan penangguhan penahanan.

"Kami mohon agar penangguhan penahanan ini dikabulkan. Kami jamin terdakwa akan kooperatif dan kami serta beberapara tokoh di Surabaya menjadi penjamin penangguhan ini," kata Martin Suryono pada majelis hakim kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Tim penasihat hukum juga meminta supaya sidang selanjutnya digelar di ruang yang lebih lebar.

"Mengingat tim penasihat hukum bukan cuma kami dan persidangan ini juga banyak dikonsumsi publik. Kami mohon agar persidangannya dipindah ruangannya," ucap Martin.

Halaman
12
Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved