Properti

Kementerian PUPR Klaim Backlog Turun 2,1 Juta, REI Ngaku Tak Tahu

Backlog merupakan kesenjangan antara jumlah rumah terbangun dengan jumlah rumah yang dibutuhkan rakyat.

Kementerian PUPR Klaim Backlog Turun 2,1 Juta, REI Ngaku Tak Tahu
sugiharto
Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, Maurin Sitorus memberikan ucapan selamat usai membuka Rakerda REI Jatim di Hotel Shangrila, Surabaya, Rabu (31/8/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengklaim jumlah backlog di Indonesia turun hingga 2,1 juta.

Anehnya, Real Estate Indonesia (REI) mengaku belum tahu ada penurunan backlog sebesar itu.

Backlog merupakan kesenjangan antara jumlah rumah terbangun dengan jumlah rumah yang dibutuhkan rakyat.

Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Maurin Sitorus mengatakan, berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diterimanya, saat ini jumlah backlog hanya tinggal 11,4 juta. Jumlah ini turun 2,1 juta dibandingkan data tahun 2010 yang jumlahnya mencapai 13,5 juta.

"Penurunan backlog itu hasil sinergi semua pihak terkait. Termasuk dari REI juga," ujarnya, saat membuka Rakerda REI Jatim 2016, Rabu (31/8/2016) di Hotel Shangri-La, Surabaya.

Menurut Maurin, setiap tahun kebutuhan rumah di Indonesia mencapai 800.000 - 900.000 unit. Masih cukup tingginya kebutuhan rumah tersebut tak lepas dari besarnya penduduk yang melakukan urbanisasi, pindah dari desa ke kota yang jumlahnya mencapai 3,2 juta.

"Untuk mengatasi hal itu, pemerintah membuat program sejuta rumah," jelasnya.

Sementara untuk meningkatkan daya beli masyarakat, khususnya mereka yang bekerja di sektor informal yang jumlahnya 60 persen dari total angkatan kerja, telah digulirkan program bantuan pembiayaan berbasis tabungan.

Tidak seperti KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang bunganya 5 persen.

Dengan program itu, Maurin mencontohkan, jika harga rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) Rp 100 juga. Masyarakat cukup menabung 5 persen, lalu Rp 25 juta (25 persen) disubsidi pemerintah.

Halaman
12
Penulis: Mujib Anwar
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help