Petisi

Seorang Ibu Rumah Tangga, Mempetisi McDonald's Indonesia agar Gunakan Telur Cage-Free

Seorang perempuan konsumen setia McDonal's yang berprofesi ibu rumah tangga bernama Rhodiah Safitri, berusaha menghentikan penderitaaam ayam petelur

Seorang Ibu Rumah Tangga, Mempetisi McDonald's Indonesia agar Gunakan Telur Cage-Free
change.org
Seorang ibu rumah tangga yang peduli dengan kehidupan ayam petelur di peternakan, membuat sebuah petisi agar sistem kandang baterai di peternakan dihentikan. 

SURYA.co.id - Ketika anda makan telur, ayam, sapi, babi, ikan, pernahkah anda membayangkan bagaimana kehidupan hewan yang menjadi sumber makanan bagi manusia ini

Pernahkah anda berpikir atau bertanya bagaimana kehidupan para ayam petelur di peternakan yang telurnya biasa anda makan setiap hari.

Seorang perempuan konsumen setia McDonal's yang mengaku berprofesi sebagai ibu rumah tangga bernama Rhodiah Safitri, membuat sebuah petisi untuk menghentikan penderitaan ayam petelur.

Melalui website change.org. Rhodiah Safitri membuat petisi yang ditujukan kepada pihak makanan cepat saji McDonald'Indonesia.

"Saya sangat menyukai makanan-makanan siap saji dari McDonald’s. Selalu menyenangkan ketika kami sekeluarga berkunjung ke gerai - gerai McDonald’s, terutama untuk sarapan. Anak saya bahkan sangat menyukai McMuffins dan menu breakfast wrap-nya, tapi saya menolak untuk mendukung merk yang dengan sengaja menimbulkan kekejaman yang tidak diperlukan kepada hewan," tulis Rhodiah dalam petisinya.

Dalam isi petisinya, Rhodiah mengaku prihatin mengetahui bahwa McDonlad's Indonesia membeli telur dari suplier telur yang masih menerapkan sistem kandang baterai di peternakan.

Disebutkan Rhodiah, sistem kandang baterai adalah sistem yang menempatkan ayam-ayam tersebut di dalam sekat-sekat bambu sempit atau dibatasi kawat besi.

Di dalam kurungan itulah ayam petelur menghabiskan hidup mereka, menjadi mesin produksi telur demi telur untuk konsumsi manusia hingga mereka tidak mampu lagi untuk bertelur.

Ayam yang sudah tidak bisa bertelur akan dikirim ke penjagalan sebagai ayam afkir berusia 50 minggu.

Rhodiah menyebut, praktik ini biasanya menggunakan sebuah kandang untuk 5-10 ekor ayam, dan apabila terjadi di peternakan besar, akan terdapat ribuan kandang, disusun berjajar dalam barisan dan ditumpuk hingga 3-5 tingkat ke atas.

Halaman
12
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Rahadian Bagus Priambodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved