Properti

Mengapa Mall Gabung Superblock Jadi Trend? Ternyata Ini Strategi Pengusaha Properti

#SURABAYA - Lamanya BEP karena makin banyak yang membangun mall sehingga uang sewa dan harga makin rendah dibandingkan uang yang diinvestasikan.

Mengapa Mall Gabung Superblock Jadi Trend? Ternyata Ini Strategi Pengusaha Properti
SURYA/SUGIHARTO
Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jatim terpilih, Soetandi Purnomosidi menerima surat tugas saat pelantikan di Grand City Surabaya, Senin (29/8/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Para pengusaha mulai mengubah strategi jika ingin membangun mall atau pusat perbelanjaan baru. Mereka memilih menggabung mall dengan superblock.

Ini menyikapi makin lamanya break even point (BEP) atau titik impas terhadap modal dan investasi yang dikeluarkan.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) A Stefanus Ridwan S mengatakan, ketika tahun 1990-an, orang yang menanamkan investasi di mall akan mencapai BEP hanya dalam waktu empat tahun.

Sekarang, untuk bisa mencapai BEP harus menunggu hingga 10 tahun.

"Lamanya BEP karena makin banyak yang membangun mall sehingga uang sewa dan harga makin rendah dibandingkan uang yang diinvestasikan," ujarnya, Senin (29/8/2016) di Grand City, usai melantik pengurus DPD APPBI Jatim periode 2016 - 2019.

Menyikapi lamanya BEP tersebut, para pengusaha saat ini mengubah pola investasinya. Yakni, mall dijadikan sebagai salah satu bagian dari proyek superblock yang dibangun. Dilengkapi juga apartemen, office, hotel, hingga SOHO.

"Dengan begitu, mall baru yang dibangun diharapkan lebih cepat laku," terang Ridwan.

Saat ini, jumlah mall di Indonesia yang tergabung di APPBI, kata President Director PT Pakuwon Jatim Tbk ini mencapai 300, dengan jumlah pengunjung mencapai jutaan orang. Mall paling banyak berada di wilayah Jabodetabek.

"Dari 300 mall tersebut, 10 persen untuk masyarakat kelas menengah atas. Sedangkan 90 persen untuk kelas menengah ke bawah," katanya.

Khusus Jakarta, karena sudah banyak mall yang berdiri, saat ini pembangunan mall baru sudah dihentikan.

Halaman
12
Penulis: Mujib Anwar
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help