Properti

AMG Tower Jual Lokasi Strategis untuk Naikkan Okupansi

Karena itu, okupansi sampai 100 persen baru akan tercapai tahun 2017 mendatang," lanjut Sentot kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

AMG Tower Jual Lokasi Strategis untuk Naikkan Okupansi
mujib anwar
General Manager Marketing Pakuwon Group, Agung Nugroho (kiri) menunjukkan maket Superblock Supermall, yang mulai banyak dilirik peserta program tax amnesty untuk menginvestasikan uang nganggur yang dimiliki, Senin (22/8/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pertumbuhan jumlah gedung perkantoran di Kota Surabaya yang cukup tinggi membuat persaingan tingkat keterisian (okupansi) cukup ketat.

Berbagai upaya dan strategi dilakukan oleh pemilik dan pengelola untuk menarik para pembeli maupun penyewa.

Seperti yang dilakukan PT Anugerah Matahari Gemilang (AMG), dengan AMG Tower-nya, yang bersiap untuk operasional penuh pada awal tahun 2017 mendatang.

"Saat ini kami sudah operasional sejak beberapa bulan lalu, tapi memang masih belum maksimal, karena penyewa dan pembeli belum seluruhnya masuk," kata Sentot Dwi Novi Prabhata, Direktur PT AMG, disela kegiatan sosialisasi Tax Amnesty yang digelar bersama konsultan pajak Danny Daussalam Tax Center (DDTC), Sabtu (27/8/2016).

Saat ini okupansi AMG Tower yang merupakan anak perusahaan dari Saraswanti Group itu masih 50 persen. Dengan target akhir tahun menjadi 70 persen.

Diakui Sentot, saat ini persaingan ruang perkantoran dalam gedung, sudah merata di berbagai wilayah kota Surabaya. Tidak lagi terpusat di Surabaya Tengah.

Apalagi dalam membuka kantor baru, misalnya untuk perusahaan yang memerlukan kantor representatif, kantor administrasi pabrik, ataupun kantor pelayanan cabang, memerlukan waktu. Atau yang pindah kantor.

"Perlu waktu untuk perizinan, perubahan dokumen alamat, dan sosialisasi alamat baru. Karena itu, okupansi sampai 100 persen baru akan tercapai tahun 2017 mendatang," lanjut Sentot kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Strategi untuk meningkatkan okupansi, juga dilakukan dengan "menjual" lokasi gedung yang diklaim dengan berbagai akses infrastruktur.

Diantaranya jalur tol menuju ke Bandara Juanda, maupun ke arah daerah pendukung kota Surabaya yang mayoritas menjadi tempat bagi industri.

Halaman
123
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help