Surya/

Pilgub DKI Jakarta

Risma Bertemu Ketua Umum PAN, Ternyata Ingin jadi Gubernur DKI Jakarta

"Bu Risma sebenarnya keinginan ada, tapi desakan agar dia tidak ke DKI tinggi juga. Itu memang dilematis bagi dia," ucap Ketua DPP PAN Yandri Susanto

Risma Bertemu Ketua Umum PAN, Ternyata Ingin jadi Gubernur DKI Jakarta
surya-fraksipan
Bu Risma sebenarnya keinginan ada, tapi desakan agar dia tidak ke DKI tinggi juga. Itu memang dilematis bagi dia, ucap Ketua DPP PAN Yandri Susanto, 25 Agustus 2016. 

SURYA.co.id |  JAKARTA - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ternyata melakukan komunikasi dengan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan.

Dalam pertemuan itu, Risma menyatakan kepada Zulkifli mengenai kesediaannya untuk memimpin DKI Jakarta.

Namun, Risma belum bisa membuat keputusan karena masih ada sebagian masyarakat yang menolak kepergiannya dari Surabaya.

"Bu Risma sebenarnya keinginan ada, tapi desakan agar dia tidak ke DKI tinggi juga. Itu memang dilematis bagi dia," ucap Ketua DPP PAN Yandri Susanto, 25 Agustus 2016.

Oleh karena itu, lanjut Yandri, PAN masih memberikan waktu bagi Risma untuk berpikir. Bagaimanapun keputusan akhir tetap ada di tangan Risma.

"Kalau Bu Risma sudah bilang tidak, sudah titik, tidak koma lagi, maka kami akan mencari calon lain," ucap Yandri.

Namun PAN meyakini Tri Rismaharini mampu melawan petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang.

Risma dianggap memiliki potensi yang cukup besar untuk menang di Pilkada DKI Jakarta.

"Sekarang kita melihat Risma punya potensi. Kami masih meyakini Risma mampu kalahkan petahana," ujarnya.

Meskipun Risma tidak dipilih PDI Perjuangan untuk diusung dalam Pilgub DKI Jakarta, menurut Yandri, itu tidak menjadi masalah.

Menurut dia, masih ada celah untuk partai lain mengusung Risma dalam Pilgub DKI Jakarta.

"PAN menilai Risma masih punya celah diusung partai lain jika PDIP tidak mengusung. Sekarang tergantung Risma-nya, mau nggak kalau didukung partai lain," ujarnya.

PAN yakin siapapun calon yang muncul di luar Ahok akan memenangkan pertarungan di Pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang. Dia beralasan bahwa saat ini elektabilitas Ahok sudah mulai menurun.

"Sekarang kita melihat elektabilitas Ahok mulai menurun. Kami yakin siapa yang muncul di luar Ahok akan mampu memenangkan pertarungan," katanya. (warta kota/jhs/trubun-fer/zul/wly)

Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help