Berita Sidoarjo

Inilah Perkembangan Perkara Guru Cubit Murid di Sidoarjo

#SIDOARJO - Suasana sidang diwarnai aksi solidaritas para guru se-Sidoarjo. Puluhan guru tersebut membentangkan spanduk dan berorasi.

Inilah Perkembangan Perkara Guru Cubit Murid di Sidoarjo - samhudi-guru-smp-raden-rahmad-balongbendo_20160721_213908.jpg
irwan
GURU CUBIT MURID - Para anggota PGRI demonstrasi membela Samhudi, guru SMP Raden Rahmad Balongbendo, yang diadili di Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo, Kamis (21/7/2016).
Inilah Perkembangan Perkara Guru Cubit Murid di Sidoarjo - samhudi-guru-smp-raden-rahmad-balongbendo-cubit_20160721_214614.jpg
irwan
GURU CUBIT MURID - Samhudi, guru SMP Raden Rahmad Balongbendo, di Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo, Kamis (21/7/2016).

SURYA.co.id | SIDOARJO - Samhudi, guru SMP Raden Rahmad Balongbendo, melalui kuasa hukumnya membela diri dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo, Kamis (21/7/2016).

Sambudi adalah guru yang diadili gara-gara mencubit siswanya.

Kuasa hukum Samhudi, Priyo Utomo, mengatakan, pekara kasus itu cacat bukti. Dijelaskan, alat bukti yang disodorkan tak memenuhi syarat sebagai alat bukti pengadilan.

"Alat buktinya tak layak dan penuh kejanggalan," kata Priyo usai sidang.

Priyo menuturkan hasil visum memar pada siswa korban dikeluarkan oleh puskesmas. Menurutnya, hasil visum untuk urusan hukum harus dikeluarkan lembaga yang lebih tinggi, seperti rumah sakit (RS).

Pun luka memar pada hasil visum tersebut penuh tanda tanya. Priyo menerangkan ada jeda lima hari dari saat kejadian hingga pihak pelapor melaporkan perkara itu. Setelah melapor, orangtua siswa langsung melakukan visum.

"Anehnya, hasil visum mengatakan bahwa memar itu merupakan luka baru. Padahal ada jeda waktu lima hari dari perkara yang disangkakan itu," sambungnya.

Priyo juga mempertanyakan tentang saksi yang dijadikan alat bukti. Saksi tersebut sangat lemah hukum, yaitu siswa korban dan ditambah keterangan orangtua siswa.

"Saksinya hanya dari pihak pelapor, bahkan masih di bawah umur, sehingga tak memenuhi syarat hukum" ujarnya.

Kendati paparan pledoi telah disampaikan, pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) tak bergeming. JPU Andrianis meminta replik, atau menanggapi pledoi Samhudi. Andrianis menyatakan pihaknya tetap pada tuntutan semula karena fakta-fakta dan bukti yang dimiliki telah memenuhi syarat.

Halaman
12
Penulis: Irwan Syairwan
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help