Berita Surabaya

Disperindag Pantau Stabilitas Daging Sapi di Jatim, Berikut Ini Hasilnya

#SURABAYA - Daging impot kami tahan karena supply daging masih mencukupi begitu juga dengan jeroan.

Disperindag Pantau Stabilitas Daging Sapi di Jatim, Berikut Ini Hasilnya
rorry nurmawati
Kepala Disperindag Ardi Prasetyawan saat mengunjungi RPH Kedurus, Surabaya, untuk memantau harga daging sapi di Surabaya, Kamis (21/7/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Untuk menjaga stabilitas harga daging sapi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur terus memantau Rumah Potong Hewan (RPH) di Surabaya.

Pemantauan ini menyusul keinginan Presiden Joko Widodo yang meminta harga daging sapi stabil Rp 80 ribu.

Hasilnya, di Jawa Timur, khususnya Surabaya, masih belum ditemukan adanya kecurangan kenaikan harga sejak Ramadhan lalu.

Sejak dua minggu terakhir, Disperindag terus memonitoring dua RPH di Surabaya yakni Pegirian dan Kedurus. Upaya ini untuk memastikan stok sapi yang dipotong telah memenuhi kebutuhan di Jatim.

Tidak hanya itu, Disperindag juga melihat proses selama pemotongan daging sapi apakah telah memenuhi standar.

"Ini merupakan kelanjutan pemantauan kami setelah minggu lalu di RPH Pegirian. Apakah harga daging naik atau stabil, dan hasilnya masih stabil sampai setelah Lebaran ini," kata Kepala Disperindag Ardi Prasetyawan, Kamis (21/7/2016).

Hasil pemantauan di RPH Kedurus, lanjut Ardi, masih terbilang stabil.

Sebelum Lebaran RPH bisa memotong 60 ekor setiap harinya, kini hanya 40 ekor namun kualitas daging sapi yang dipotong jauh lebih baik.

"Kalau dulu sapinya hanya dari Madura, sekarang kami menerima sapi dari Bali dan NTT. Dan kualitas sapinya juga bagus, mulai dari berat 450 kilogram sampai 500 kilogram," jelas dia.

Tidak hanya itu Ardi menuturkan, di dua RPH yang dipantau mulai berangsur normal dengan dibarengi harga sapi di pasaran yang mulai turun.

Bahkan, Ardi menjamin tidak ada pedagang nakal yang berani menaikkan harga dan menimbun daging sapi. "Kalau mislanya ada, kami akan tindak tegas. Tapi sejauh ini, belum kami temukan kedua hal itu," tegas dia.

Sementara itu, disinggung soal pasokan jeroan sapi, Ardi menjelaskan, selama ini jeroan import belum masuk ke Jawa Timur, meskipun pemerintah pusat telah mengimport 10 ribu ton daging dan jeroan berupa jantung dan hati. Hal ini dikarenakan, pasokan jeroan di Jawa Timur terutama Surabaya telah terpenuhi dari RPH.

"Hanya di Jawa Timur yang tidak menerima pasokan daging dan jeroan impor karena memang nol. Daging impot kami tahan karena supply daging masih mencukupi begitu juga dengan jeroan. Sedangkan untuk kebutuhan jeroan belum bisa dilihat karena penggunaanya masih cukup banyak," jelas dia. 

Penulis: Rorry Nurwawati
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved