Berita Surabaya

Lebaran Usai, Harga Daging di Surabaya Tetap Tinggi, ini Buktinya

. Tingginya harga daging ini terungkap, setelah Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Pasar.

Lebaran Usai, Harga Daging di Surabaya Tetap Tinggi, ini Buktinya
Pipit Maulidiya
M Ardi Prasetiawan dalam sebuah acara. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Harga daging di pasaran tetap mencekik. Usai Lebaran 1437 H ini, harga daging di Surabaya masih tembus Rp 110.000 per kilogram (kg).

Tingginya harga daging ini terungkap, setelah Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Pasar Tambahrejo, Surabaya, Jumat (15/7/2016).

Sidak dipimpin langsung Kepala Disperindag Jatim M Ardi Prasetiyawan.

Menurut Ardi, harga daging di pasaran usai Lebaran yang mencapai Rp 110.000 per kg memang terbilang tinggi. Pasalnya, sebelum Lebaran harga daging rata-rata hanya berkisar antara Rp 104.000 - Rp 105.000 per kg.

"Ini berarti, harga daging usai Lebaran naik Rp 4.000 - Rp 5.000 dibandingkan sebelum Lebaran," ujarnya.

Untuk wilayah Jatim secara keseluruhan yang mencakup 38 kabupaten/kota, rata-rata harga daging mencapai Rp 108.000 per kg.

Ardi menyebut, tingginya harga daging tersebut, karena aktivitas pemotongan sapi di rumah pemotongan hewan (RPH) belum normal sepenuhnya.

Sebelum sidang harga daging di Pasar Tambahrejo, pihaknya terlebih dahulu melakukan sidak ke RPH Pegirian.

Hasilnya, jika hari biasa saat kondisi normal, sapi yang dipotong rata-rata 160 ekor setiap hari atau setara 32 ton daging. Pada 14 Juli kemarin, hanya 147 ekor saja yang dipotong, atau baru sekitar 91 persen saja.

Bahkan hari-hari sebelumnya, yang dipotong lebih sedikit lagi. 9 Juli, usai Lebaran malah hanya memotong 57 ekor. Sehari berikutnya naik menjadi 103 ekor, dan terus naik dihari berikutnya.

Mantan Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Jatim ini memperkirakan pemotongan sapi di RPH akan normal kembali pada 18 Juli nanti.

"Jadi, insyaallah mulai tanggal 19 Juli keatas, harga daging akan normal. Karena pasokan kebutuhan lebih dari mencukupi," terangnya.

Setelah itu, harga daging malah diperkirakan akan turun lagi, menjelang Hari Raya Idul Adha atau Qurban.

Untuk memastikan, Disperindag Jatim minggu depan akan kembali melakukan sidak pasar dan RPH.

"Pokoknya, masalah harga daging ini akan kita kawal terus," tegas Ardi.

Penulis: Mujib Anwar
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved