Lebaran 2016

Selama Libur Lebaran, Konsumsi Avtur di Bali Naik 6 Persen

Area Manager Communication & Relations Heppy Wulansari, Rabu (13/7/2016), menyebutkan ada kenaikan konsumsi avtur di Ngurah Rai hingga 6 persen.

Selama Libur Lebaran, Konsumsi Avtur di Bali Naik 6 Persen
foto: net
Heppy Wulansari 

SURYA.co.id | SURABAYA - Libur lebaran tahun 2016 konsumsi bahan bakar avtur untuk pesawat di bandara-bandara wilayah Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V, mayoritas stabil. Kecuali di Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar, Bali.

Area Manager Communication & Relations Heppy Wulansari, Rabu (13/7/2016), menyebutkan ada kenaikan konsumsi avtur di Ngurah Rai hingga 6 persen.

"Berbeda dengan konsumsi BBM yang mengalami lonjakan cukup tinggi di jalur mudik, terutama daerah Pantura, konsumsi avtur justru mengalami kenaikan di daerah wisata seperti Pulau Bali. Di pulau dewata tujuan liburan ini, konsumsi avtur di Bandara Internasional Ngurah Rai Bali tercatat meningkat 6 persen dibandingkan kondisi normal pada H-4 hingga H+5 Lebaran 2016," jelas Heppy.

Di bandara Juanda, Surabaya, Bandara Abd Saleh Malang, dan Bandara Internasional Lombok (BIL), konsumsinya stabil, tidak ada peningkatan uang cukup signifikan.

Peningkatan di Ngurah Rai, sudah diantisipasi dengan melakukan berbagai persiapan seperti menambah stok avtur dan memperpanjang jam operasional pelayanan.

“Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, pada libur Lebaran kunjungan ke Bali memang akan lebih ramai. Hal ini karena bersamaan dengan masa liburan panjang dan libur sekolah anak. Jadi kami memang sudah mempersiapkannya,” jelas Heppy.

Kenaikan tertinggi terjadi pada H-4 Lebaran yaitu sebesar 13,7 persen di atas rata-rata konsumsi normal. Sedangkan pada masa arus balik, konsumsi tertinggi terjadi pada H+4 Lebaran yaitu sebesar 5,7 persen.

Sedangkan di Juanda dan Lombok, konsumsi yang stabil karena tidak ada penambahan penerbangan pada musim mudik dan arus balik kali ini.

“Pada tahun ini, kenaikan konsumsi bahan bakadar memang lebih terasa di transportasi darat. Di mana secara total di Jatimbalinus konsumsi Pertalite meningkat hingga 115 persen dan Pertamax naik hingga 49 persen dibandingkan situasi normal,” tambahnya.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved