Lebaran 2016

170 Orang Meninggal Kecelakaan, Jasa Raharja Jatim Kucurkan Santunan Rp 4,2 Miliar

"Dengan jumlah itu, nilai santunan yang kita berikan mencapai Rp 4,250 miliar," ujarnya kepada Surya.colid, Rabu (13/7/2016).

170 Orang Meninggal Kecelakaan, Jasa Raharja Jatim Kucurkan Santunan Rp 4,2 Miliar
kontan
Ilustrasi 

SURYA.co.id | SURABAYA - Jumlah masyarakat yang meninggal akibat kecelakaan selama arus mudik dan balik Lebaran tahun ini cukup tinggi.

Ini terlihat dari santunan yang diberikan oleh PT Jasa Raharja cabang Jatim kepada korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas (Lakalantas).

Kepala Cabang PT Jasa Raharja Jatim Tri Yugara mengatakan, sejak H-7 Lebaran hingga H+5 Lebaran, jumlah kasus orang meninggal dunia di Jatim akibat lakalantas 170 orang.

"Dengan jumlah itu, nilai santunan yang kita berikan mencapai Rp 4,250 miliar," ujarnya kepada Surya.colid, Rabu (13/7/2016).

Pencarian klaim santunan tersebut diberikan kepada keluarga atau ahli waris korban lakalantas yang meninggal dunia. Nilai santunan yang diberikan sebesar Rp 25 juta per orang.

"Tentu setelah semua prosesnya memenuhi syarat," jelasnya.

Selain meninggal dunia, PT Jasa Raharja juga memberikan santunan untuk korban luka-luka akibat lakalantas. Tapi pembayarannya dilakukan langsung, dengan pihak rumah sakit dimana korban dirawat.

"Tentu semua harus sesuai aturan dan prosedur yang berlaku," imbuhnya.

Tahun ini, PT Jasa Raharja Cabang Jatim menyiapkan anggaran sebesar Rp 241 miliar untuk menyantuni korban kecelakaan, baik moda transportasi darat, laut maupun udara.

Untuk itu, pihaknya, kata Tri menjamin semua korban kecelakaan selama arus mudik dan balik Lebaran 1437 H, maupun pengendara yang celaka di luar arus mudik dan balik akan tetap mendapat pencarian klaim asuransi dari PT Jasa Raharja.

Sementara itu, berdasarkan Peraturan Mentri Keuangan RI Nomor 36 dan 37/PMK.010/2008 tertanggal 26 Februari 2008, besaran santunan bagi korban kecelakaan lalu lintas darat/laut/udara sebesar Rp 25 juta untuk korban meninggal dunia (darat/laut), dan Rp 50 juta untuk meninggal akibat kecelakaan udara.

Sedangkan untuk korban cacat tetap santunan nilainya maksimal Rp 25 juta (darat/laut) dan Rp 50 juta (udara), serta perawatan maksimal Rp 10 juta untuk darat/laut dan Rp 25 juta untuk udara.

Penulis: Mujib Anwar
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help