Lebaran 2016

Meski Jumlah Kecelakaan selama Arus Mudik Lebaran di Gresik Turun 40 Persen, Polisi Tetap Waspada

Sedangkan pada 2016, sampai Selasa (12/7/2016), jumlah kecelakaan lalu lintas hanya 16 kejadian.

Meski Jumlah Kecelakaan selama Arus Mudik Lebaran di Gresik Turun 40 Persen, Polisi Tetap Waspada
Surya/sugiyono
Polisi memberi peringatan terkait jalan rawan kecelakaan. 

SURYA.co.id | GRESIK - Angka kecelakaan selama arus mudik dan arus balik Lebaran di Gresik memang rendah dibandingkan tahun 2015.

Bahkan jalur tengkorak sepanjang Jl Raya Duduksampean tidak ada peristiwa kecelakaan sampai menewaskan pengguna jalan.

Data dihimpun Surya.co.id dari Satlantas Polres Gresik selama Ops ketupat 2015 dan Ops Ramadaniyah 2016 menyebutkan pada 2015 jumlah kecelakaan 18 kejadian.

Tiga orang meninggal dunia, seorang luka berat, dan 26 orang luka ringan. Sedangkan kerugian materiil sebanyak Rp 46,1 juta.

Kejadian tersebut kebanyakan di jalan tingkat Kabupaten sebanyak 10 kali kejadian kecelakaan, jalan Provinsi 5 kali kejadian kecelakaan dan jalan nasional hanya 3 kali kecelakaan.

Sedangkan pada 2016, sampai Selasa (12/7/2016), jumlah kecelakaan lalu lintas hanya 16 kejadian.

Korban meninggal dunia tiga orang, korban luka ringan 27 orang dan korban luka berat nihil.

Jumlah kerugian materiil akibat kecelakaan lalu lintas sebesar Rp 31,4 juta.

Kejadian kecrlaakn yang paling panyak terjadi di jalan tingkat Kabupaten sebanyak 11 kejadian, jalan Provinsi 3 kali kejadian dan jalan nasional hanya 2 kali kejadian.

"Jika dipresentasikan, angka kecelakaan tahun ini menurun hingga 40 persen. Kita masih memasang petugas dititik-titik kemacetan dan jalur rawan kecelakaan. Seperti di simpang rmpat Duduksampean," kata Kasat Lantas Polres Gresik AKP Anggi Saputra Ibrahim dengan didampingi Kanit Lantas Ipda Supriyono, Selasa (12/7/2016).

Untuk mengurangivangka kecelakaan lalulintas, Polres Gresik memasang rambu-rambu peringatan lalu lintas di jalur-jalur rawan kecelakaan.

Seperti di sepanjang Jl Raya Duduksampeyan terpasang gambar dan tulisan jalur tengkorak sehingga pengguna jalan bisa waspada dan berhati-hati saat melintas di jalan tersebut.

"Yang sulit pantauannya yaitu di jalan-jalan kecil yang tidak menjadi jalur mudik. Tapi masyarakat kurang memperhatikan kondisi jalan dan tidak menguasai medan jalan sehingga terjadi kecelakaan," imbuhnya.

Sementara, Mustakim, seorang pengendara motor yang mampir di pos pantauan lalu lintas, Jl Raya Duduksampean, Gresik, mengatakan bahwa selama perjalanan dari Tuban sampai Gresik tidak ada kemacetan.

"Anak masuk sekolah masih Senin depan, sehingga baru sekarang balik ke Gresik. Kendaraan lancar tidak ada kemacetan," kata Mustakim, yang balik dari Rembang, Jawa Tengah.

Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help