Lebaran 2016

66 Orang Mati Sia-sia saat Arus Mudik dan Arus Balik Lebaran di Jatim

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol RP Argo Yuwono, menjelaskan angka kecelakaan yang cenderung tinggi itu berada di jalur alternatif.

66 Orang Mati Sia-sia saat Arus Mudik dan Arus Balik Lebaran di Jatim
surya/anas miftakhudin
Kombes Pol RP Argo Yuwono 

SURYA.co.id | SURABAYA - Angka kecelakaan saat arus mudik dan arus balik Lebaran tercatat dalam Operasi Ramadniya 2016 sebanyak 578 kasus.

Operasi berlangusng 10 hari itu jumlah korban meninggal dunia tercatat 66 orang.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol RP Argo Yuwono, menjelaskan angka kecelakaan yang cenderung tinggi itu berada di jalur alternatif.

Kondisinya sepi sehingga memacu pengguna jalan untuk kebut-kebutan. Lokasi terjadinya kecelakaan berada di jalan perkampungan.

Korban luka berat tercatat 91 orang dan luka ringan sebanyak 876. Sedang kerugian materil sekitar Rp 600 juta.

"Dari kasus yang ada, masyarakat agar lebih waspada dan hati-hati saat berkendara di jalan," tutur Kombes Argo, Senin (11/7/2015).

Meski kasus kecelakan yang terjadi menempati angka yang cukup tinggi, pihak kepolisiam sudah berupaya semaksimal.

“Kami sudah menyebar personel dengan cara berpatroli di daerah rawan kecelakaan. Tapi kecelakaan tertinggi bukan di jalur mudik,” tandasnya.

Kabag Ops Ditlantas Polda Jatim, AKBP Harri Shindu Nugroho, menambahkan kondisi lalu lintas di jalur mudik terpantau lancar.

Kemacetan hanya terjadi dititik tertentu seperti di pertigaan Mengkreng di Karanglo Malang dan Saradan serta di jalan Duduk Sampean, Gresik.

Untuk mengantisipasi puncak arus balik pihaknya sudah mempersiapkan dengan berbagai cara.

“Salah satunya rekayasa buka tutup jalan apabila sudah terjadi kepadatan kendaraan dalam satu kawasan,” tutur AKBP Harri Shindu.

Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help