Lebaran 2016

Libur Lebaran, Masjid di Dalam Gua ini Ramai Pengunjung, Apa Daya Tariknya?

Wisatawan memanfaatkan waktunya mengunjungi obyek wisata yang didirikan oleh pengusaha kayu cendana asal Kenjeran, Surabaya, yakni almarhum Subhan.

Libur Lebaran, Masjid di Dalam Gua ini Ramai Pengunjung, Apa Daya Tariknya?
surya/iksan fauzi
Sejumlah pengunjung melewati taman Masjid Perut Bumi Ashabul Kahfi Tuban, Minggu (10/7/2016). 

SURYA.co.id | TUBAN - Para wisatawan domestik memanfaatkan hari terakhir libur Lebaran mengunjungi Masjid Perut Bumi Ashabul Kahfi di dalam gua di Kabupaten Tuban, Minggu (10/7/2016).

Masjid itu berada di Jalan Gedong Ombo, Kecamatan Semanding.

Puluhan kendaraan pribadi yang mengangkut wisatawan tampak berjajar di jalan raya. Tampak pula di jalan itu beberapa bus pariwisata yang mengangkut puluhan penumpang.

Wisatawan memanfaatkan waktunya mengunjungi obyek wisata yang didirikan oleh pengusaha kayu cendana asal Kenjeran, Surabaya, yakni almarhum Subhan sejak tahun 2002.

Di dalam gua itu terdapat belasan lorong. Selain dibangun masjid, wisatawan bisa menikamti taman yang diberi nama taman Syekh Maulana Malik Magribi dan sendang Putri Ayu Sendangharjo yang diyakini salah satu murid Syekh Maulana Malik Magribi. Nyaris semua bagian dalam dilapisi batu marmer.

Ada pula ka'bah untuk manasik haji. Atap gua dipenuhi batu stalaktit yang sudah diperhalus sehingga membentuk motif mirip kayu.

Di bagian luar, pengeloa membuat relief dari pelbagai bentuk. Di antaranya, bangunan atap rumah minang, kerajaan Cina, dan jawa.

Pengelola Masjid Perut Bumi, Syamsul Anam atau anak kelima belas almarhum Subhan menceritakan, Subhan mendirikan masjid itu pada tahun tahun 2002 atau tepat pada tanggal 1 Muharram. Sampai sekarang, masjid itu sudah berumur 14 tahun.

Sebelum dibangun masjid, di atas gua itu dulu dijadikan tempat pembuangan sampah oleh masyarakat sekitar. Setelah sampah dibersihkan, ternyata Subhan menemukan ada gua. Setelah itu, dia membangun masjid.

"Kebetulan, Abah mencari tanah ke sana kemari untuk membangun pesantren, ternyata menemukan gua di sini seluas kurang lebih 3 hektare," katanya, Minggu (10/7/2016).

Seorang pengurus Masjid Perut Bumi lainnya, Roni Dean mengungkapkan, desain masjid dan relief merupakan karya Subhan. Tidak ada bentuk relief yang mendominasi di atas gua tersebut.

“Relief itu bentuk Abah Subhan menghargai kebhinekaan, jadi semua orang bisa menikamti keindahannya,” kata pria yang setahun ini dipercaya menjadi pengurus.

Wisatawan asal Salatiga, Jawa Tengah, Ibnu Kurniawan mengaku baru sekali ini berkunjung ke Masjid Perut Bumi. Kedatanagannya itu berkat informasi dari biro travel yang disewanya bersama puluhan wisatawan yang datang bersamanya.

“Baru kali ini datang. Bagus dan religius,” katanya.

Penulis: Iksan Fauzi
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved