Berita Gresik

Ketika Alumni HMI Gresik Mengenang Mohammad Natsir, Politisi Masyumi era 1950-an

#GRESIK - Buku karangan Mas'oed Abidin itu menggambarkan sosok Mohammad Natsir (17 Juli 1908 – 14 Maret 1993) sebagai negarawan era 1950-an.

Ketika Alumni HMI Gresik Mengenang Mohammad Natsir, Politisi Masyumi era 1950-an
sugiyono
BEDAH BUKU - Alumni HMI foto bersama dalam acara bedah buku Gagasan dan Gerak Dakwah Mohammad Natsir, Hidupkan Dakwah Bangun Negeri , di sebuah rumah makan Jl Veteran, Gresik, Selasa (28/6/2016). 

SURYA.co.id | GRESIK - Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Cabang Gresik menggelar bedah buku "Gagasan dan Gerak Dakwah Mohammad Natsir, Hidupkan Dakwah Bangun Negeri" di Warung Legend, Jl Veteran, Kecamatan Kebomas, Selasa (28/6/2016). 

Buku karangan Mas'oed Abidin itu menggambarkan sosok Mohammad Natsir (17 Juli 1908 – 14 Maret 1993), politisi Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi) era 1950-an.

Para pembedah buku adalah Gatot Kustyadji, Engineering and Project Director PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dan M Choiruz Zimam, anggota KPUD Gresik.

"Ketika Pak Karno mau menyatukan berbagai pemikiran waktu itu, Pak Natsir tidak langsung bertentangan sebab nasional, komunis dan Islam itu tersendiri. Boleh bersatu atau hidup berama-sama saling menghargai oke tapi tidak dipersatukan," kata Gatot Kustyadji yang juga anggota KAHMI

Menurut dia, dakwah Natsir tetap berjalan dalam suasana politik. "Tetapi ketika kita berpolitik pun nuansa dakwah itu tetap ada. Jangan semaunya sendiri, tidak ada konten kebenaran atau kebenaran yang hakiki, tetapi tetap toleransi dan sebagainya," katanya.

Gatot menilai, Natsir mengajarkan, jika memang benar ya dibenarkan dan jika memang salah ya dikatakan salah.

"Itu yang sekarang sudah pudar. Nilai dasar kita, karakter kita harus dibentuk. Menurut saya, sampai akhir zaman pun ya harus begitu. Tetap menjaga integritas," katanya.

Sementara, Choiruz Zimam mengatakan, buku ini bisa menjadi inspirasi bagi aktivis mahasiswa dalam meneruskan perjuangan pejuang untuk menyelamatkan bangsa Indonesia.

"Banyak kasus korupsi yang terungkap, karena pejabat tidak mempunyai integritas dan pedoman yang baik dalam menjalankan tugas kenegaraan. Buku ini bagus untuk inspirasi generasi sekarang ini yang mulai lemah dalam membela tanah air," kata Zimam.

Diskusi itu diikuti berbagai organisasi seperti IPNU, IPPNU, Pemuda Muhammadiyah dan HMI Gresik

Penulis: Sugiyono
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help