Berita Tuban

Lestarikan Warisan Sunan Bonang Lewat Lomba Tongklek di Tuban

Dia mewarisi beberapa tradisi yang hingga saat ini masih dilestarikan masyarakat, di antaranya bubur suro atau muhdor dan tongklek.

Lestarikan Warisan Sunan Bonang Lewat Lomba Tongklek di Tuban
surya/iksan fauzi
Lomba tongklek yang digagas Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU), Jumat (24/6/2016). 

SURYA.co.id | TUBAN - Tradisi tongklek diyakini sebagian besar masyarakat Kabupaten Tuban warisan Syaikh Maulana Makhdum Ibrahim atau akrab di telinga kita disebut Sunan Bonang.

Siapa yang tidak kenal dengan Sunan Bonang? Dia adalah satu dari sembilan wali yang ikut menyebarkan ajaran Islam di tanah Jawa.

Sunan Bonang dimakamkan di Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Kota Tuban, Kabupaten Tuban.

Dia mewarisi beberapa tradisi yang hingga saat ini masih dilestarikan masyarakat, di antaranya bubur suro atau muhdor dan tongklek.

Sekitar 700 anak muda di Tuban mengikuti lomba tongklek yang digagas Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU), Jumat (24/6/2016).

Lomba tersebut dimaksudkan untuk melestarikannya. Ada sekitar 50 kelompok dari sejumlah desa yang mengikutinya. Masing-masing kelomok terdapat antara 10 sampai 18 personel.

Ketua PC IPNU Tuban, Ahmad Nur Falahudin Ubaidilah saat ditemui di sela acara lomba tongklek di alun-alun Tuban menjelaskan, dulu, Sunan Bonang dan pengikutnya menggunakan tongklek ini untuk membangunkan sahur.

Kala itu, alat musik utama yang digunakan berupa gong dan kenthongan dari bambu.

“Tongklek ini dulunya digunakan untuk membangunkan orang sahur dan berkembang sampai sekarang,” ujar Falahudin.

Seiring berjalannya waktu, alat musik tongklek yang digunakan bervariasi.

Halaman
12
Penulis: Iksan Fauzi
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved