Bagaimana Memilih Camilan Sehat? Ini Tips dari Ketua Persatuan Ahli Gizi Indonesia

#SURABAYA - Standar camilan sehat harus memiliki kadar protein 10 sampai 15 persen, lemak 10 hingga 20, persen kemudian sisanya karbohidrat.

Bagaimana Memilih Camilan Sehat? Ini Tips dari Ketua Persatuan Ahli Gizi Indonesia
ahmad zaimul haq
BISKUIT SEHAT - Ibu-ibu dari Ladies Community Surabaya berbelanja biskuit untuk persiapan Lebaran di Hypermart Royal Plaza, Kamis (23/6/2016). Pertimbangan atau tips dalam berbelanja biskuit seperti melihat label untuk melihat kandungan atau komposisi, kehalalan, dan tanggal kedaluwarsa, termasuk memeriksa izin atau sertifikasi untuk memastikan bahwa makanan tersebut memang aman untuk dikonsumsi. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Komposisi produk yang tercantum dalam kemasan sering luput dari perhatian masyarakat.

Padahal jika jeli melihat komposisi, masyarakat bisa mengatur pemenuhan gizi melalui beragam camilan sehat.

Ketua Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi), Eko Dwi Martini menjelaskan dengan diketahui komposisinumya san mengetahui kebutuhan gizi tubuh. Seseorang bisa mengontrol asupan gizinya.

"Kadang ada larangan tidak boleh nyamil terus, padahal boleh saja nyamil. Asalkan diperhatikan berapa kandungan yang dikonsumsi," jelasnya di sela acara komunitas berbagi, Kamis (23/6/2016).

Standar camilan sehat harus memiliki kadar protein 10 sampai 15 persen, lemak 10 hingga 20, persen kemudian sisanya karbohidrat.

Camilan menurut dosen pascasarjana Universitas Airlangga ini juga baik untuk anak-anak.

"Kalau mau untuk balita tinggal di campur cairan biar mudah dicerna. Dan cairannya bisa pakai susu, jus, atau air kacang hijau biar nilai gizinya bertambah,"lanjutnya.

Menurutnya, kebutuhan kalori yaitu 800 hingga 1.400 perhari. Sedangkan untuk anak-anak 10 persennya dari kebutuhan orang dewasa.

Sementara itu, Vice President Ladies Community Surabaya, Evianti, menyarankan agar selalu selektif memilih camilan. Apalagi camilan yang dibeli biasanya untuk anak-anak dan teman satu komunitas.

"Kami biasanya membeli banyak camilan, penekanan kami juga pada kehalalannya," tuturnya.

Kemaaan produk camilan juga menjadi poin tersendiri. Pasalnya banyak camilan yang mereka beli digunakan untuk membuat parsel.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help