Berita Lumajang

Cari Pendaki Swiss yang Hilang di Gunung Semeru, TNBTS Larang Pakai Anjing Pelacak

Suara gonggongan anjing pelacak dikhawatirkan mengganggu satwa liar yang berada di kawasan konservasi

Cari Pendaki Swiss yang Hilang di Gunung Semeru, TNBTS Larang Pakai Anjing Pelacak
surya/eko darmoko
Ilustrasi, seorang pendaki gunung berada di Puncak Mahameru, Gunung Semeru beberapa waktu lalu. 

SURYA.co.id | LUMAJANG - Pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) melarang pencarian Lionel Du Creaux (26), pendaki asal Swiss yang hilang di Gunung Semeru menggunakan anjing pelacak.

Alasanya, hal itu dapat mengganggu kawasan konservasi dan satwa yang berada di taman nasional setempat.

"Pihak Konsulat Kehormatan Swiss menawarkan pencarian dengan anjing pelacak, namun kami tolak karena berkaitan dengan kawasan konservasi," kata Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Budi Mulyanto di Lumajang, Senin (20/6/2016).

Menurut dia, beberapa alasan larangan pencarian dengan menggunakan anjing pelacak yakni dikhawatirkan anjing tersebut membawa virus penyakit yang dapat menular ke satwa liar yang dilindungi di dalam kawasan TNBTS.

"Selain itu, suara gonggongan anjing pelacak dikhawatirkan mengganggu satwa liar yang berada di kawasan konservasi," lanjutnya.

Pencarian sempat dihentikan, Sabtu (18/6/2016) sore, namun diperpanjang lagi selama tujuh hari ke depan sesuai dengan permintaan pihak keluarga melalui Konsul Swiss di Surabaya, sehingga pencarian survivor tetap dilanjutkan hingga Sabtu (25/6/2016).

Sementara Kepala Basarnas Jatim M. Arifin mengatakan, pencarian dengan menggunakan pesawat tanpa awak (drone) tidak efektif dilakukan di jalur pendakian Gunung Semeru yang sering tertutup kabut.

Sebelumnya, Lionel Du Creaux (26) dinyatakan hilang saat mendaki secara ilegal di jalur pendakian Gunung Semeru.

Hilangnya pendaki tersebut baru dilaporkan rekannya Alice Guignard kepada petugas resort di Pos Ranu Pani TNBTS pada 7 Juni 2016.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help