Terminal Purabaya

Ini Persiapan Armada Mudik Lebaran di Terminal Purabaya dan Tambak Osowilangun

#SURABAYA - Itu untuk mempermudah sosialisai kepada penumpang agar mereka tidak ragu ketika menggunakan jasa angkutan.

Ini Persiapan Armada Mudik Lebaran di Terminal Purabaya dan Tambak Osowilangun
monica felicitas
Kepala Sub Direktorat Angkutan Multi Moda, Direktorat Jendral (Ditjen) Perhubungan Darat, Kemenhub, Toto Noer Witjaksono, saat di Terminal Purabaya, Surabaya, Jumat (17/6/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Dinas Perhubungan Kota Surabaya memfokuskan persiapan fasilitas pelayanan arus mudik Lebaran 2016 di Terminal Purabaya dan Terminal Tambak Osowilangun. 

Penyiagaan armada tersebut akan dimulai sejak H-12 hingga H-10 Lebaran. Sementara, untuk armada pengangkutan non penumpang akan berakhir hingga H-5.

Angkutan non penumpang sedianya melayani kebutuhan transportasi bahan pokok, layanan antar pos, kebutuhan susu dan barang ekspor dan impor.

Penyiagaan angkutan mudik di Terminal Purabaya sebanyak 782 armada (AKAP); 983 armada (AKDP); dan 179 armada bus kota. Sementara, di Terminal Osowilangun sebanyak 70 armada (AKAP); 264 armada (AKDP); dan 79 armada bus kota.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub Surabaya, Irvan Wahyudrajad mengatakan, penyiagaan tersebut menjadi keputusan bersama berdasarkan arahan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan.

"Memang untuk angkutan lebaran kita fokuskan di terminal tipe A. Tapi untuk tipe C juga disiapkan. Seperti Joyoboyo dan Bratang. Itu khusus untuk armada menuju tempat wisata," ujarnya.

Irvan menerangkan pembagian armada tersebut bisa dipantau melalui layanan tarif elektronik.

"Saat ini, harga tarif untuk angkutan lebaran tengah dibahas untuk pelayanan tarif atas dan bawah,"

Irvan menambahkan, pihaknya masih membahas dengan Organda, karena itu hingga kini masih belum resmi ditetapkan. Di sisi lain, pengecekan terhadap kelayakan angkutan bus terus dilakukan.

Menurut Kepala Sub Direktorat Angkutan Multi Moda, Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Darat, Kemenhub, Toto Noer Witjaksono ada lima hal yang harus dipenuhi oleh setiap armada.

"Lima hal tersebut menyangkut kelayakan jalan. Ketika tidak layak, maka izin trayek bisa dicabut jika nekat membawa penumpang," ujar Toto.

Jika persyaratan tersebut telah dipenuhi, setiap armada akan tertempel stiker dari Dinas Perhubungan bertuliskan armada laik jalan.

"Itu untuk mempermudah sosialisai kepada penumpang agar mereka tidak ragu ketika menggunakan jasa angkutan," imbuh dia.

Penulis: Monica Felicitas
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved