Berita Gresik

Asyik Judi Online, Ditangkap Polisi

Kalau menang ya untuk biaya mertua yang sedang sakit struk. Kalau kalah ya main pulang," kata Teri, saat di Mapolsek Kebomas kepada Surya (TRIBUNnews.

Asyik Judi Online, Ditangkap Polisi
surya/sugiyono
Tersangka Teri Heru Ismanu (Kaos Oblong) didampingi Kanit Reskrim Iptu Boedyono dengan barang bukti seperangkat komputer, Rabu (15/6/2016). 

SURYA.co.id | | GRESIK - Teri Heru Ismanu (36), warga Jl Demak Timur, Kelurahan Gundi, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya, yang kos di Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas, ditangkap jajaran Polsek Kebomas akibat main judi online.

Teri, ditangkap saat asik judi online di sebuah warung internet (Warnet) Jl RA Kartini, Kecamatan Kebomas.

Bapak dua anak ini nekat berjudi remi dengan taruhan Rp 50.000 sampai Rp 100.000.

"Uang sisa lembur untuk main game online. Kalau menang ya untuk biaya mertua yang sedang sakit struk. Kalau kalah ya main pulang," kata Teri, saat di Mapolsek Kebomas kepada Surya (TRIBUNnews.com Network)., Rabu (15/6/2016).

Teri mengaku main judi online kenal dari jejaring sosial Facebook. Kemudian mendaftar untuk game online dengan membuat email. Setelah berhasil daftar, baru mengirimkan uang melalui anjungan tunai mandiri (ATM).

"Dari saldo yang saya transfer itu bisa digunakan untuk judi online. Kartu yang terbesar nanti menang," imbuhnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network)..

Selama judi online, Teri mengaku pernah menang Rp 300.000.
"Kadang kalah. Kalau kalah ya pulang. Kalau menang ya main lagi. Pernah menang Rp 300.000. Uangnya langsung masuk ke rekening. Baru dibisa diambil lewat ATM," katanya

Sementara, Kapolsek Kebomas Kompol Gaguk Sulistyo Budi melalui Kanit Reskrim Iptu Boedyono, mengatakan bahwa penangkapan terhadap tersangka Teri ini dari informasi masyarakat bahwa di warnet Jl RA Kartini, ada seorang yang main judi online.

Dari informasi tersebut langsung diselidiki oleh anggota.

Ternyata benar.

Tersangka ini sedang asik judi di salah satu bilik warnet. Dari barang bukti dan keterangan saksi tersangka langsung dibawa ke Polsek untuk menjalani pemeriksaan," kata Boedyono.

Barang bukti yang disita yaitu sebuah perangkat komputer dari warnet tersebut. Seperti, monitor, CPU, Keyboard dan mos. Tersangka dikenakan Pasal Pasal 303 ayat (1), ke 2 Kitab Undsng-undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman kurungan paling lama empat tahun atau denda paling banyak Rp 10 juta.

Penulis: Sugiyono
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved