Advertorial

Sidak Jelang UN Habitat 25-27 Juli, Ketua DPRD Surabaya: Makam Peneleh Bisa Kalahkan Makam Berlin

"Inilah kelebihannya. Makamnya artistik. Ada yang tertulis tahun 1800-an. Artinya, sudah ratusan tahun makam ini berdiri," kata Armuji.

Sidak Jelang UN Habitat 25-27 Juli, Ketua DPRD Surabaya: Makam Peneleh Bisa Kalahkan Makam Berlin
surya/nuraini faiq
Ketua DPRD Surabaya Armuji saat sidak Makam Peneleh, Senin (13/6/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Makam Peneleh di Kampung Peneleh, kampung Bung Karno di Surabaya, diyakini mampu mengalahkan Makam kuno Berlin di Jerman.

Selain memiliki nilai histrory, Makam Peneleh yang menjadi makam era Belanda saat ini sangat artistik.

Tak hanya batu nisan marmer dengan kualitas terbaik, arsistektur makam ini juga dinilai terbaik pada masanya. Baja penghias makam juga masih utuh dengan warna hitam.

"Inilah kelebihannya. Makamnya artistik. Ada yang tertulis tahun 1800-an. Artinya, sudah ratusan tahun makam ini berdiri," kata Ketua DPRD Kota Surabaya Ir Armuji saat inspeksi mendadak (sidak) kondisi Makam Peneleh, Senin (13/6/2016).

Sidak tersebut terkait rencana Surabaya yang akan menjadi tuan rumah pelaksanaan pertemuan delegasi anggota PBB dalam forum UN Habitat pada 25-27 Juli 2016.

Armuji teringat saat dirinya mendapat tugas kunjungan ke Kota Berlin, Jerman, yang antara lain mengunjungi makam kuno di kota itu.

"Saya yakin, jika digarap serius, Makam Peneleh bisa mengalahlan Makam Berlin. Makam Peneleh lebih memiliki nilai history dan lebih eksotik. Hanya perlu sentuhan," kata Amuji yang mengagumi ukiran marmer dan hiasan baja pada makam Peneleh.

Makam Peneleh dan Kampung Peneleh tempat lahirnya Bung Karno akan menjadi salah satu lokasi yang dikunjungi delegasi UN Habitat. Kampung ini dinilai paling tepat sebagai kawasan cagar budaya dengan rumah-rumah yang berdiri sejak era penjajahan Belanda masih utuh berdiri.

Saat ini, Makam Belanda Peneleh bukan makam aktif. Semua bangunan kuno makam masih berdiri di ahan seluas sekitar 4 hektare ini.

"Keunikannya luar biasa. Meski sejumlah makam tampak bolong. Namun inilah seninya. Perlu akses masuk, jalan paving yang mendukung serta penerangan yang layak. Semua bisa dilakukan," kata wakil dari PDIP ini.

Halaman
123
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved