Advertorial

Rp 30 Miliar untuk UN Habitat harus Beri Manfaat bagi Masyarakat

Selain dukungan APBD, pihak swasta dan pihak ketiga juga berpartisipasi melalui program corporate social responsibility (CSR).

Rp 30 Miliar untuk UN Habitat harus Beri Manfaat bagi Masyarakat
surya/nuraini faiq
Ketua DPRD Surabaya Armuji sidak Makam Peneleh, Senin (13/6/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyambut pertemuan UN Habitat dengan anggaran khusus. Sebanyak Rp 30 miliar uang APBD Surabaya digunakan untuk menyongsong acara pertemuan delegasi negara di bawah PBB itu. Mereka akan membahas permukiman kota yang ideal.

Selain dukungan APBD, pihak swasta dan pihak ketiga juga berpartisipasi melalui program corporate social responsibility (CSR).

DPRD Surabaya menyoroti agar perhatian anggaran itu tak hanya untuk perbaikan kawasan Tunjungan.

Namun, kawasan cagar budaya di Kampung Peneleh juga harus diperhatikan. Terutama menyangkut kondisi Kampung Peneleh yang menjadi langganan banjir. Selama musim hujan, kampung itu tergenang. Meski nanti musim kemarau, namun anomali cuaca saat ini patut diwaspadai.

"Jika hujan sedikit saja, saluran air di Kampung Peneleh ini mampet. Banyak di atas saluran air ini ada bangunan rumah berdiri," kata Imam Syafii, warga Kampung Peneleh.

Armuji termasuk yang mencemaskan hujan saat UN Habitat nanti. Jika benar-benar hujan, Kampung Peneleh pasti banjir.

Jika saat yang bersamaan ada delegasi UN Habitat berkunjung, maka citra buruk yang akan dibawa ke luar negeri mengenai Surabaya. Armuji mendesak Pemkot menertibkan bangunan liar itu.

Kristian, salah satu pemilik rumah yang terasnya berdiri lima meter menjorok ke saluran air, tak menolak jika ditertibkan.

"Tapi ya semua harus ditertibkan. Wong banyak yang mendirikan teras, gudang, dan parkiran di atas saluran air," kata Kristiaan.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Ratih Retnowati, juga mendesak agar Pemkot Surabaya memberi kesan istimewa saat UN Habitat. Termasuk mempersiapkan diri di tempat-tempat yang akan dikunjungi.

Wakil dari Partai Demokrat ini juga setuju jika tak ada lagi banjir di Kampung Peneleh.

Terlepas dari situasi itu, Ratih memberi apresiasi pada Pemkot yang membenahi kota. Trotoar dan pedestrian dibangun ideal di jalur utama.

Sedang kawasan heritage diremajakan kembali ke asalnya. "Perbaikan itu nyata," kata Ratih.

Surabaya memang layak disejajarkan dengan kota selevel di dunia. Khusus untuk momen dan acara UN Habitat harus memberi nilai manfaat kepada warga Surabaya.
Tidak semata-mata ingar-bingar dan seremonial.

"Saya melihat ada kemajuan berarti dari sisi pembangunan tata kota. Taman dan infrastruktur kota dibangun baik. Namun ini jangan hanya karena UN Habitat. Saat pertemuan wakil negara asing itu di Surabaya harus memberi nilai manfaat pada masyarakat. Bagaimana souvenir buatan warga juga disenangi tamu asing," kata Ratna. (fai/fem/*)

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help