Surya/

Berita Lumajang

Tim SAR Temukan Jejak Pendaki Asal Swiss di Patok B

"Pukul 10.02 WIB kami menerima laporan tim 1 yang berangkat dari Tawon Songo menemukan jejak kaki, sepatu dengan ukuran 43-44, dan tambatan tali yang

Tim SAR Temukan Jejak Pendaki Asal Swiss di Patok B
dok
Pendaki asal Swiss, Lionel Du Creaux (kanan) yang hilang di puncak Gunung Semeru sejak 7 Juni 2016 (Foto Dokumen Basarnas Jember) 

SURYA.co.id | LUMAJANG - Hilangnya pendaki asl Swis di Gunung Semeru terus dicari jejaknya oleh Tim SAR.

Tim SAR gabungan yang melakukan pencarian di jalur Tawon Songo menemukan jejak kaki pendaki Gunung Semeru yang hilang (survivor) di kawasan Patok B dengan koordinat 08 derajat 4 menit 57,1 detik South dan 112 derajat 57 menit 16,1 detik East.

"Pukul 10.02 WIB kami menerima laporan tim 1 yang berangkat dari Tawon Songo menemukan jejak kaki, sepatu dengan ukuran 43-44, dan tambatan tali yang diduga milik survivor," kata anggota Basarnas Jember Jefri yang berada di Posko Tawon Songo, Desa/Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat (10/6/2016).

Seorang pendaki asal Swiss bernama Lionel Du Creaux (26) dinyatakan hilang saat mendaki secara ilegal di jalur pendakian Gunung Semeru dan laporan hilangnya pendaki tersebut baru dilaporkan rekannya Alice Guignard kepada petugas Resort di Pos Ranu Pani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada 7 Juni 2016.

"Pencarian survivor asal Swiss dilakukan melalui dua jalur yakni jalur dari Pos Ranu Pani menuju kawasan jurang yang berkedalaman 75 meter (Blank 75) dan penyisiran di kawasan jalur Tawon Songo," tuturnya.

Menurut dia, tim SAR gabungan yang melakukan pencarian di jalur Tawon Songo sebanyak 15 personel yang terdiri dari Basarnas Jember, SAR Kabupaten Lumajang, dan penduduk lokal setempat (porter).

"Saat ini tim 1 sedang melakukan observasi dan penyisiran di Patok B untuk menemukan survivor yang diduga masih hidup dan kondisi cuaca cukup cerah, sehingga tidak menghambat upaya pencarian terhadap survivor," katanya.

Ia optimitis pendaki asal Swiss yang tersesat di puncak Semeru itu masih hidup karena biasanya kondisi tubuh dan daya tahan warga asing lebih prima dibandingkan dengan pendaki domestik.

"Namun segala kemungkinan bisa saja terjadi dan mudah-mudahan tim SAR bisa menemukan survivor secepatnya dalam kondisi selamat," ujarnya menambahkan.

Sementara Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru John Kennedy mengatakan pencarian tetap dilakukan di jalur Tawon Songo dan tim yang sudah mendirikan tenda fokus ke areal yang terdeteksi di jalur Blank 75.

"Hingga kini masih belum ada petunjuk yang mengarah alibi 60 persen bahwa itu petunjuk survivor, maka tim SAR di Pos Kalimati akan melakukan penyisiran di tempat hilangnya pendaki asal Swiss itu sampai ke ceruk-ceruk atau punggungan gunung yang dimungkinkan survivor terjebak," tuturnya.

Editor: Yoni
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help