Berita Bojonegoro
Dialog Terbuka Bawa Bojonegoro Sejajar Madrid dan Paris
#Bojonegoro menjadi satu-satunya kabupaten yang mewakili Indonesia dalam ajang Open Government Partnership level dunia.
Penulis: Iksan Fauzi | Editor: Yuli
SURYA.co.id | BOJONEGORO - Seringkali Bupati Bojonegoro, Suyoto, menyampaikan, tidak sulit menjadi politisi di Bojonegoro. Karena, secara kasat mata, semua orang tahu, masalah utama di Bojonegoro adalah infrastruktur jalan, pengairan, pertanian, pendidikan, kesehatan.
“Satu lagi, pemerintah waktu itu tidak dianggap sebagai solusi bagi rakyat dan dipersepsikan sebagai korup. Itulah yang menjadi fokus saya selama lima tahun. Saya menggunakan anggaran terbesar untuk membanguan infrastruktu jalan,” tutur Suyoto yang akrab dipanggil Kang Yoto ini.
Dialog terbuka adalah jalan lain membangun kepercayaan masyarakat. Masyarakat bisa mengakses langsung pemerintah dan mempertanyakan apapun yang diinginkan. Harapannya, masyarakat akan percaya.
“Itu pula yang membawa Bojonegoro terus mengawal Open Government Partnership. Dari situlah, saya yakin kepercayaan publik semakin meningkat dan partisipasi rakyat akan semakin kuat,” papar dosen ini.
Mengapa partisipasi masyarakat dan kepercayaan itu penting? Karena masalah yang dihadapi Bojonegoro komplek. Tidak mungkin membangun Bojonegoro dari sisi pemerintah, sisi rakyat, sisi pengusaha, politisi, tapisemua harus dibangun bersama-sama.
Dialog terbuka setiap hari Jumat saing yang disiarkan secara langsung melalui radio, menyejajarkan Bojonegoro selevel Madrid dan Paris dalam hal keterbukaan informasi.
Tidak lama ini, Bojonegoro menjadi satu-satunya kabupaten yang mewakili Indonesia dalam ajang Open Government Partnership level dunia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/kepala-sma-pgri-sumberejo-kabupaten-bojonegoro_20160608_004713.jpg)