Berita Kediri

Bank Indonesia Layani Tukar Uang Ngabuburit

"Pelayanan ini tidak hanya untuk nasabah bank tapi juga masyarakat umum," jelasnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Bank Indonesia Layani Tukar Uang Ngabuburit
surya/Didik Mashudi
Bisnis penukaran uang baru di pinggir jalan yang bermunculan setiap bulan Ramadan di Kota Kediri. 

SURYA.co.id | KEDIRI - Kantor Bank Indonesia (BI) Kediri bersama 8 bank umum bakal melayani penukaran pecahan uang baru. Pelayanan kas keliling ini dengan tema "Nuker Uang Ngabuburit" di Monumen Simpang Lima Gumul (SLG).

"Layanan kas keliling BI dan 8 bank umum ini digelar setiap hari Sabtu 11 Juni sampai 2 Juli mulai pukul 16.00 WIB. Sambil ngabuburit masyarakat dapat menukarkan uangnya," ungkap Djoko Raharto, Kepala Kantor BI Kediri kepada wartawan, Kamis (2/6/2016).

Dijelaskan, pelayanan yang sama juga diberikan 3 bank umum yang ada di Madiun dan Ponorogo setiap hari Rabu mulai 8 Juni sampai 29 Juni.

"Layanan kas keliling intensif di Madiun disesuaikan dengan kondisi," tambahnya.

Layanan serupa juga diberikan saat berlangsung Operasi Pasar Murni (OPM) oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Kota Kediri yang berlangsung selama 15 hari mulai 8 -28 Juni.

"Namun lokasinya akan ditentukan kemudian," jelasnya.

Sementara pelayanan penukaran tahun ini semakin diperluas melibatkan 27 bank di Kediri, 23 bank di Madiun dan 3 bank di Ponorogo. Pelayanan penukaran uang baru dilayani setiap hari Selasa dan Kamis.

Namun masyarakat dibatasi penukaran uangnya maksimal Rp 3.700.000. Pecahan yang disiapkan Rp 20.000, Rp 10.000, Rp 5.000 dan Rp 2.000 masing-masing 1 pak.

"Pelayanan ini tidak hanya untuk nasabah bank tapi juga masyarakat umum," jelasnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Kantor BI Kediri memproyeksikan persediaan uang baru dalam berbagai pecahan pada lebaran 2016 sebesar Rp 5 triliun.
Jumlah ini meningkat dibanding lebaran 2015 sebesar Rp 4,1 triliun dan lebaran 2014 Rp 3,45 triliun.

Djoko Raharto menghimbau masyarakat agar melakukan penukaran uang pecahan kecil sewajarnya.

Selain itu menukarkan uang di tempat resmi untuk menghindari jumlah lembar dan nominal yang lebih rendah dan kemungkinan uang palsu.

"Kami menyarankan masyarakat meningkatkan penggunaan transaksi non tunai dengan kartu ATM, kartu debit, uang elektronik dan transaksi digital," harapnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network)

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help