Advertorial

Menteri dan Gubernur Jatim Rayu Pelajar Jauhi Situs Porno

"Di negara asal, situs porno itu komoditas dan industri. Tapi kita tak boleh mengikutinya."

Menteri dan Gubernur Jatim Rayu Pelajar Jauhi Situs Porno
foto: istimewa
Menteri Komunikasi dan Informatika bersama Gubernur Jatim foto bersama kelompok paduan suara upacara Kebangkitan Nasional 2016 di Grahadi, Jumat (20/5/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara bersama Gubernur Jatim Pakde Karwo merayu pelajar di Jatim untuk menjauhi situs porno.

Keduanya pun turun langsung mendekati ratusan pelajar di Surabaya yang dilibatkan dalam Upacara Hari Kebangkitan Nasional yang dipusatkan di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Begitu seremonial upacara berakhir, Menkominfo Rudiantara dan Gubernur Soekarwo pun langsung turun dari tempat VIP.

Keduanya berjalan menuju termpat para pelajar peserta upacara. Dimulai dengan menemui pasukan pengibar bendera, kemudian pelajar paduan suara dan orkestra, hingga ke peserta dari Pramuka.

Bahkan dua pejabat itu tak menolak saat diajak foto bersama maupun melayani siswa yang ingin berselfie ria.

"Masa depan ada di tangan kalian. Maka, saya berpesan, jauhi situs-situs porno. Kalau ada paket data, jangan hanya dipakai untuk nonton youtube dangdutan terus," ujar Rudiantara di tengah-tengah pelajar, Jumat (20/5/2016).

Dia mengajak para pelajar mengalihkan situs dalam black list itu pada situs-situs white list. Saat ini tengah diluncurkan 153.000 situs mendidik. Situs ini berisi tema pengetahuan dan edukasi. Ciri-cirinya yang berakhir dengan dot edu.

Blokir 800.000 Situs Porno
Namun, dikatakan oleh Menkominfo Rudiantara, saat ini ada sejuta situs porno yang beredar di dunia maya Indonesia. Dari jumlah tersebut, 800.000 di antaranya sudah diblokir.

Meski demikian, situs-situs tak layak tonton itu tetap tumbuh dari negeri asalnya, negara barat.

"Di negara asal, situs porno itu komoditas dan industri. Tapi kita tak boleh mengikutinya. Kami sudah memblokir hampir 800.000 situs porno itu," kata Rudiantara.

Namun mem-black list situs itu bukan hal strategis. Sebab, ibarat penyakit, itu hanya menyembuhkan dengan cara memberikan obat. Padahal yang terpenting adalah mencegah agar tetap sehat dari situs porno. Untuk sehat ini kita harus berperilaku benar.

"Siapa yang bisa menjauhkan situs itu, ya teman-teman pelajar sendiri. Karena itu, lingkungan, teman, dan keluarga adalah faktor yang terpenting," kata Rudiantara.

Dengan semangat yang sama, Pakde Karwo juga menyentuh psikologi pelajar. Dia juga merayu sambil terus mendekati para pelajar.

"Dulu saat masih SMA, saya tidak seganteng dan secerdas kalian. Nonton situs tak senonoh, tetapi kecerdasan kalian akan melarangnya. Paling lihat sekali dan setelahnya tidak melihat selamanya," ucap Pakde Karwo yang disambut tepuk tangan pelajar.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help