Berita Lamongan

Bupati Lamongan Wajibkan Warnet Pasang CCTV untuk Protek Pronografi

“Pelajar kita juga mudah mengakses kebutuhan informasi untuk kegiatan sekolahnya," ujar Fadeli kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Bupati Lamongan Wajibkan Warnet Pasang CCTV untuk Protek Pronografi
Surya/Hanif Manshuri
Di depan peserta lomba Rangking 1 ini Fadeli mengurai soal kekerasan perempuan dan korban seksual dibawah umur hingga mewajibkan Warnet di Lamongan untuk memasang CCTV, Rabu (18/5/2016) 

SURYA.co.id | LAMONGAN - Kekerasan seksual terhadap perempuan, termasuk anak yang banyak terungkap membuat Bupati Lamongan Fadeli prihatin.

Dia memerintahkan agar dilakukan razia di warung-warung internet yang ada di Lamongan.

Perintah itu disampaikan saat membuka lomba Rangking 1 bidang Informasi dan Teknolog (IT) dalam rangka Hari Jadi Lamongan (HJL) ke-447 di GOR Lamongan, Rabu (18/5/2016).

Perintah itu diutarakan, karena rupanya kekerasan seksual itu diawali dari si pelaku yang melihat tayangan pornografi, yang bisa dipelototi di dunia maya.

Fadeli juga berharap tidak hanya hanya sekedar razia, tapi supaya ada ketegasan, maka setiap warnet harus dipasang Closed Circuit Television (CCTV).

Sehingga aktifitas pengunjung warnet, terutama yang masih di bawah umur, bisa dipantau.

IT dan berbagai perangkatnya telah memberikan kemudahan dan kecepatan bagi setiap aspek kegiatan manusia. Di pemda, penggunaan IT sangat membantu aktifitas surat menyurat tanpa
penggunaan kertas, sehingga mempercepat pelayanan administrasi.

“Pelajar kita juga mudah mengakses kebutuhan informasi untuk kegiatan sekolahnya," ujar Fadeli kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Namun, lanjutnya, IT juga membawa efek negatif. Menurut dia, anak-anak menjadi mudah mengakses berbagai informasi, termasuk konten pornografi.

Terlebih saat ini hampir setiap anak sudah memiliki telepon genggam dengan akses internet.

“Warnet ini menjadi sangat rawan. Saya minta ada razia bersama instansi terkait. Orang tua dan guru juga harus melek teknologi. Sehingga bisa mengawasi aktifitas yang dilakukan
anak-anaknya saat menggunakan telepon genggam,"harapnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Sementara lomba yang rutin diadakan setiap HJL itu diikuti sebanyak 360 pelajar tingkat SMP sederajat di Lamongan.
Pertanyaan yang diberikan dalam lomba yang meniru konsep
variety show di stasiun televisi swasta itu adalah seputar IT.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help