Surya/

Event Surabaya

Pengusaha Yogya Jual Batik di Surabaya, Untung Rp 80 Juta selama 8 Hari

"Dua minggu di Surabaya, dua minggu di Yogyakarta. Biasanya di Royal Mall dan Pakuwon Trade Center," katanya.

Pengusaha Yogya Jual Batik di Surabaya, Untung Rp 80 Juta selama 8 Hari
monica felicitas
Ika Sutransati (40) di stand Batik Hadi Poerwanto saat melayani para pembeli di Tunjungan Plaza 1 Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pameran Pesona Batik Indonesia' berlangsung di atrium Tunjungan Plaza 1, Surabaya mulai 2 hingga 15 Mei 2016. Pameran ini diikuti para pengusaha dari beberapa kabupaten dan kota di Jawa Tengah, seperti Sragen, Purwokerto, Pekalongan, Solo, dan Yogyakarta.

Rima (45), pengusaha berbusana batik bermotif merak, terlihat mengamati salah satu stand 'Batik Hadi Poerwanto', bertempat di sisi paling depan pintu masuk pameran milik Ika Sutransati (40).

Sesaat di stand milik Ika, Rima langsung mengambil kain bermotif batik tulis berwarna hitam, bermotif naga.

"Saya ambil dua ya, jangan mahal-mahal," ujarnya kepada Ika yang langsung mengambilkan papper bag untuk barang belanjaan Rima.

Rima mengaku sebagai kolektor batik. Semua pakaiannya didominasi oleh kain batik, dengan menyadur model pakaian dari majalah internasional untuk dijahit sendiri.

Sedangkan Ika menceritakan, Batik Hadi Poerwanto miliknya merupakan spesialis batik tulis yang memiliki galeri Jl Kaliurang KM 19 Yogyakarta.

"Kalau di galeri saya, menyediakan Dress, setelan batik tulis,yang modelnya sudah di sesuaikan dengan kemodernan jaman. Di Surabaya peminat batik macam-macam, mulai pemilihan motif dan warna, antusiasme disini lebih tinggi daripada di Yogyakarta," pungkasnya.

Dari hal tersebut Ika mengaku sering mengikuti pameran di Surabaya hampir dua minggu sekali.

"Dua minggu di Surabaya, dua minggu di Yogyakarta. Biasanya di Royal Mall dan Pakuwon Trade Center," katanya.

Menurut dia, batik cap motif Sogan yang didominasi warna gelap paling diminati. Warna batik itu semakin lama semakin matang.

"Karena ini etnik, di Surabaya suka warna nyala dan berani main warna. Batiknya kami bikin sendiri, di sini paling banyak peminatnya pada pembelian kain batik, dan baju yang modelnya aneh-aneh.Yang paling mahal kami menjual kemeja pria seharga Rp 3.000.000 berbahan sutra tulis," terangnya kepada SURYA.co.id.

Pada galerinya yang mengikuti pameran ini, pakaian yang ditawarkan dibanderol harga mulai Rp 100.000 hingga Rp 3.000.000 dan untuk kain batik dimulai dari harga Rp 50.000.

"Yang lagi trend sekarang, lagi musim kulot, saya bawa banyak kemarin, sekarang hanua sisa dua. Harganya Rp 650.000, berbahan batik kombinasi perpaduan cap dan tulis, dan banyak diminati oleh anak muda," papar Ika.

Dari penjualannya tersebut, selama delapan hari mengikuti pameran di Atrium Tunjungan Plaza 1, Ika mengaku omsetnya mencapai Rp 80.000.000.

"Batik mau model apapun yang penting main motif, percuma kalau model pakaiannya bagus, tetapi motifnya kurang menarik. Sebaliknya motif yang menarik akan menambah kesan bagus model pakaian," jelasnya.

Penulis: Monica Felicitas
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help