Terminal Purabaya

Perbaikan Paving Stone di Terminal Purabaya Ganggu Kenyamanan Penumpang

#SURABAYA - "Terutama debu, ya. Banyak debu yang beterbangan saat proses pengangkatan paving lama," komentar Tantri Agustina.

Perbaikan Paving Stone di Terminal Purabaya Ganggu Kenyamanan Penumpang
ahmad zaimul haq
GANTI PAVING - Pekerja melakukan perbaikan dan penggantian paving di areal keberangkatan Terminal Purabaya, Sidoarjo. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pengunjung Terminal Purabaya, terutama yang akan naik bus di areal antrean keberangkatan dalam beberapa hari terakhir ini mendapati areal yang sedang dalam perbaikan.

Pengamatan di lapangan, areal parkir bus yang antre sebagai titik balik penumpang itu, terlihat paving stone yang dilepas. Kemudian tanah di bawahnya dikeruk. Setelah itu, baru dipasang kembali dengan paving baru.

Beberapa pengunjung yang dimintai komentar ada yang merasa terganggu dengan kegiatan perbaikan itu.

"Terutama debu, ya. Banyak debu yang beterbangan saat proses pengangkatan paving lama," komentar Tantri Agustina, yang rutin tiga hari sekali mudik ke Jombang naik bus Rukun Jaya rute Surabaya - Blitar via Pare, Kediri.

Tantri mengaku selalu naik bus di antrean keberangkatan karena bus yang ditumpangi termasuk bus patas AC.

Kalau naik di luar areal itu sering kehabisan tempat duduk. Sedangkan kalau datang, antre turun di pertigaan Medaeng, karena tempat kerjanya yang berada di sekitar daerah itu.

Penumpang lain yang mengeluhkan adalah Ahmad Agung yang tiap pagi hari selama lima hari berturut-turut, naik bus Harapan Jaya, untuk menuju tempat kerjanya di daerah Kediri.

"Saya nemui kalau berangkat jam 09.00 WIB. Selain debu, pas malam atau pagi hujan, pasti ada beceknya," cerita Ahmad.

Antrean bus di areal keberangkatan terminal Purabaya, berada di sisi Utara terminal. Di depan ruang tunggu, yang sudah dalam beberapa tahun terakhir dibangun dengan lebih modern lagi dengan dua lantai.

Di atas areal antrean bus, juga ada ruang berupa koridor dari areal Ruang tinggi di lantai dua. Kemudian dari lantai 2 itu, calon penumpang bus turun di tangga untuk menuju ke bus yang akan dinaiki.

Koridor lantai dua itu tersambung dengan areal ruang tunggu yang juga di lantai dua. Dengan adanya koridor ini, diharapkan penumpang tidak lagi melalui areal lapangan penumpang yang banyak dimanfaatkan untuk lalu lalang bus-bus.

Selain itu juga terhindar dengan hujan dan panas serta resiko terpapar debu dan asap knalpot bus.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved