Surya/

Berita Surabaya

Pelangi Nusantara; Tanamkan Cinta Busana Daerah lewat Kreasi Kain Perca

“Ini saya kumpulkan dari teman-teman yang biasa membuat baju daerah. Saya mau buat baju Bodo (busana tradisional Menado,” kata Maria Novita Sechan.

Pelangi Nusantara; Tanamkan Cinta Busana Daerah lewat Kreasi Kain Perca
surya/ahmad pramudito
Para peserta Lomba Replika Busana Nasional sedang serius menata kain perca yang sudah disiapkan dari rumah, Rabu (27/4/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kain perca tak harus dibuang percuma. Di tangan yang kreatif, kain sisa bahan baju ini bisa bermanfaat di antaranya untuk bikin replika busana nasional seperti dilakukan di acara Pelangi Nusantara di Graha Widya Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Rabu (27/4/2016).

Kegiatan digelar dalam rangka Peringatan Hari Kartini ini diikuti 40 peserta sebagian besar wanita.

Mereka merancang busana dari berbagai daerah dari potongan-potongan kain yang sudah disiapkan dari rumah.

“Ini saya kumpulkan dari teman-teman yang biasa membuat baju daerah. Saya mau buat baju Bodo (busana tradisional Menado,” kata Maria Novita Sechan, salah seorang peserta.

Maria mengaku acara tersebut sangat positif untuk menanamkan rasa kecintaan pada busana daerah.

“Kegiatan seperti ini jarang dilakukan. Padahal manfaatnya besar untuk menanamkan kecintaan pada busana daerah kita,” tandasnya.

Menurut Nunik Silalahi, selain untuk melestarikan busana daerah Lomba Replika Busana Nasional itu juga diharapkan memacu kreativitas dan menggali inspirasi masyarakat.

“Lewat kegiatan ini kan muncul gagasan-gagasan baru yang bernilai ekonomi. Karena dari replika ini bisa jadi suvenir,” papar Ketua Himpunan Tata Busana Jawa Timur ini.

Terus menggali potensi budaya daerah, lanjut Nunik sangat pentik agar masyarakat selalu dekat dengan warisan nenek moyang tersebut.

“Sehingga kita nanti nggak kaget dan bingung ketika milik kita dicuri bangsa lain,” tandas Nunik yang juga Pembina Ikatan Wanita 17 Agustus 1945 (Iwata) Surabaya.
Selain Lomba Replika Busana Nasional, hari itu juga dipajang aneka replika busana nasional kreasi Nunik Silalahi.

Di tempat yang sama dipamerkan kain dari berbagai daerah di Indonesia koleksi Nunik Silalahi.

Usai pelaksanaan lomba, acara lain yang diselenggarakan bersama oleh Iwata Surabaya, Himpunan Tata Busana Jatim, dan BK3S Jawa Timur yaitu seminar Pelangi Nusantara. Acara yang menghadirkan Nunik Silalahi dan dr Ita Puspitadewi itu memapar keberagaman busana Tanah Air dari Sabang hingga Merauke.

“Melalui kegiatan ini ingin kami tekankan bahwa peringatan Hari Kartini tak semata soal memakai kebaya. Kita harus kembali pada semangat Kartini, yang bertekad memerdekakan bangsa dan manusia itu sendiri,” cetus Dr Dra Ayun Maduwinarti MP, Ketua Panitia Pelangi Nusantara.

Penulis: Achmad Pramudito
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help