Surya/

Berita Surabaya

Bukan Karena Kejar Target, Ternyata ini Alasan Balai Uji KIR Surabaya Buka Hingga Sabtu

#Surabaya - ternyata ini alasan Layanan uji kir Surabaya buka sampai hari Sabtu.

Bukan Karena Kejar Target, Ternyata ini Alasan Balai Uji KIR Surabaya Buka Hingga Sabtu
SURYA.co.id/Dya Ayu
Plt Kepada Dinas Perhubungan Surabaya, Irvan Wahyu Drajad saat berada di Gedung DPRD Surabaya, Rabu(24/2/2016). 

SURYA.co.id I SURABAYA - Layanan pengujian kendaraan bermotor di Surabaya sampai hari Sabtu akan dibuka terus menerus meski masih meninggalkan catatan, yakni minim peminat..

Plt Kepala Dishub Surabaya, Irvan Wahyu Drajad mengakui bahwa untuk awal-awal memang masih perlu sosialisasi. "Tapi ramai atau sepi kendaraan yang uji kir, layanan pengujian kendaraan sampai Sabtu akan terus berjalan," kata Irvan pada SURYA.co.id, Rabu (27/4/2016).

Irvan menolak dibukanya layanan uji kir hingga Sabtu itu untuk mengejar target pendapatan. Layanan hingga Sabtu itu karena banyak pemilik kendaraan yang menginginkan layanan dibuka enam hari.

Selaam ini, setiap kendaraan wajib membayar retribusi uji kir setiap enam bulan sekali.

Untuk kendaraan besar dengan berat di atas 3,5 ton nilai retribusi Rp 85.000. Untuk kendaraan di bawah berat itu retribusinya Rp 65.000. Semua kendaraan harus dibawa saat uji kir.

Selama ini, tidak semua kendaraan melakukan uji kir di Surabaya. Ada yang karena saat jatuh tempo berada di daerah lain. Namun yang banyak karena uji kir di Surabaya saat ini relatif ketat. Misalnya jika ada ban yang tak laik, tidak ada toleransi dan harus mengganti di hari itu dengan bukti kwitansi.

Irvan menuturkan bahwa uji kir adalah bagian terpenting dalam proses kepemilikan kendaraan. Setiap kendaraan umum dan barang wajib diuji kir. Meski secara berkala mereka juga merawat kendaraan ke bengkel.

Pengujian kendaraan berkala itu juga bagian terpenting dalam keamanan berkendara. "Jadi konteks keselamatan jauh lebih penting. Namun di sisi lain, uji kir ini juga masuk dalam urusan pendapatan. Saat masa berakhir itu artinya keselamatan berkendara dipertaruhkan," kata Irvan.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help