Surya/

Berita Surabaya

Wow, 920 Orang Asing Dideportasi dari Indonesia

"Rata-rata para orang asing itu melanggar administrasi kemigrasian. Datang ke Indonesia izinnya wisata, namun malah bekerja. Ya kami deportasi mereka,

Wow, 920 Orang Asing Dideportasi dari Indonesia
surya/Didik Mashudi
Deportasi - Empat pekerja asal RRC yang menyalahi izin tinggal bakal dideportasi Kantor Imigrasi Kediri, Kamis (4/2/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA – Sedikitnya 920 orang asing di Indonesia dideportasi ke negara asalnya.

Data di Direktorat Penindakan dan Pengawasan Dirjen Keimigrasian Kementeriak Hukum dan HAM disebutka bahwa mereka telah melanggar administrasi kemigrasian.

"Rata-rata para orang asing itu melanggar administrasi kemigrasian. Datang ke Indonesia izinnya wisata, namun malah bekerja. Ya kami deportasi mereka," kata Direktur Penindakan dan Pengawasan Dirjen Imigrasi, Yurod Saleh, di Surabaya, Selasa (26/4/2016).

Yurod melantik anggota Tim Pengawasan Orang Asing (Pora) di bawah Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Perak Surabaya.

Wilayah pengawasannya meliputi Surabaya, Gresik, Lamongan, Tuban, dan Bojonegoro. Para pengurus dan anggota satgas itu dilantik di Hotel Shangri La.

Saat ini, total orang asing yang nonreguler berada di Indonesia sebanyak 13.000 orang. Artinya para orang asing itu menyerbu Indonesia tanpa tujuan yang jelas. Mereka datang tanpa maksud dan tujuan yang tidak jelas.

Dari belasan ribu orang luar negeri itu, mereka datang tanpa maksud yang jelas. Dari jumlah itu, sebanyak 72 harus berurusan dengan hukum.

Sebagaimana projusticia. Kebanyakan berasal dari Tiongkok. Yang paling banyak adalah melanggar administratif.

Keberadaan orang asing di Indonesia sebenarnya dibutuhkan. Namun mereka juga harus taat aturan dan memberi nilai tambah bagi masyarakat.

Untuk para pelanggar itu sebenarnya Pemerintah memberi kesempatan untuk tertib.

"Kami punya, 13 rumah singgah yang sebenarnya diperuntukkan khusus pencari suaka. Namun kini malah untuk penampung pengungsi dan bule bermasalah," tambah Yorid kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Diakui bahwa era MEA dan orang asing tanpa visa menjadikan Indonesia diserbu orang asing. Yang perlu diwaspadai adalah munculnya perkawinan pura-pura. Orang asing menikah karena tujuannya ingin mempermudah mengurus dokumen imigrasi.

"Ini pidana. Hukumannya lima tahun. Jangan sampai gadis kita jadi alat saja. Setiap orang asing datang harus melalui tempat pemeriksaan imigrasi. Jangan daerah kita jadi sarang narkoba, teroris, prostitusi. Banyak lho para penghibur asal Tiongkok ke Indonesia," kata Yorid kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help